Pemkot Tangsel Panggil EO Lari Maraton Bermasalah
Pemerintah Kota Tangerang Selatan memanggil pihak penyelenggara acara lari yang menuai protes dari para peserta pada Minggu (2/8/2026). Langkah pemanggilan clarification ini diambil setelah ajang olahraga tersebut berlangsung tanpa kehadiran panitia dan keterlambatan pembagian medali, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Sanksi tegas telah disiapkan oleh pemerintah daerah setempat untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. Pihak penyelenggara dipastikan bakal dijatuhi sanksi berupa larangan menggelar kegiatan di wilayah Tangerang Selatan.
"Besok siang sudah dipanggil oleh Dispora untuk klarifikasi pihak penyelenggaranya," kata Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan.
Pemerintah daerah juga meluruskan kabar mengenai keterlibatan institusi dalam agenda tersebut. Pemkot menegaskan tidak pernah menjalin kerja sama resmi maupun mengalokasikan anggaran untuk mendukung jalannya kegiatan.
"Dan dipastikan EO terkait tidak boleh mengadakan event lagi di Tangsel," tegas Pilar Saga Ichsan, Wakil Wali Kota Tangsel.
Instansi pemerintah daerah mengonfirmasi hanya menerima surat undangan pembukaan acara dari pihak penyelenggara. Kehadiran perwakilan dinas di lokasi semata-mata untuk memantau pelaksanaan pembukaan acara.
"Kemarin mengundang pemkot untuk hadir pembukaan, kami menginstrusikan Kabid Olahraga dari Dispora untuk kesana cek pembukaan acara," ucap Pilar Saga Ichsan, Wakil Wali Kota Tangsel.
Pihak pemerintah daerah turut menyayangkan pencatutan logo resmi instansi pada media promosi kegiatan. Penggunaan atribut tersebut dilakukan tanpa izin dan tanpa adanya fasilitas pendukung dari pemerintah.
"Ternyata ada mencantumkan logo Pemmkot, padahal tidak ada anggaran atau fasilitasi dari Pemkot," ungkap Pilar Saga Ichsan, Wakil Wali Kota Tangsel.
Wakil Wali Kota menambahkan bahwa panitia penyelenggara merupakan entitas swasta independen. Pemerintah daerah tidak memiliki hubungan kerja maupun kenal secara personal dengan pihak pengelola acara.
"Tidak ada kerjasama. Pihak EO swasta, saya juga nggak kenal," sambung Pilar Saga Ichsan, Wakil Wali Kota Tangsel.
Kericuhan di lokasi acara bermula saat ratusan peserta berkumpul di garis start sejak pagi hari. Kekecewaan memuncak ketika peserta tidak menemukan keberadaan panitia di area kegiatan.
"Peserta berdatangan untuk start di jam 06.00 WIB, namun sudah timbul kecurigaan ketika tidak ada tanda panitia lomba satu pun, yang ada hanyabike marshall," kata Ramses, orang tua peserta.
Para peserta yang telah menyelesaikan rute lari juga tidak langsung mendapatkan hak mereka. Pihak panitia berdalih bahwa medali penghargaan masih dalam proses pengiriman dari luar kota.
Sebagian besar peserta memilih membubarkan diri karena merasa kecewa dengan tata kelola acara. Medali baru tiba di lokasi tiga jam setelah jadwal start menggunakan kendaraan dari luar daerah.
"Akhirnya sebagian peserta pulang. Jam 09.00 WIB datang mobil pelat Bandung membawa medalifinisherinfonya sejumlah 900-an dan membagikan kepada peserta yang masih ada di lokasi," ucap Ramses, orang tua peserta.