Pemerintah Siapkan Pembentukan Bursa Mineral Indonesia Commodity Exchange

Share

Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis yang ditargetkan dapat resmi beroperasi pada 1 Januari 2027. Pengumuman pembentukan bursa ini disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Tahunan di DPR, seperti dilansir dari Detik Finance.

Inisiatif yang dibesut bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tersebut saat ini sedang dalam tahap persiapan institusi serta perancangan dasar hukumnya. Lembaga baru ini merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perubahan atas UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan bocoran mengenai calon nama untuk institusi perdagangan komoditas tersebut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (17/8/2026).

"Ya kurang lebih, Indonesia Commodity Exchange atau Icomex," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (17/8/2026).

Di Indonesia sendiri, sudah ada Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia atau Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) yang beroperasi sejak 2009 sebagai bursa formal swasta untuk perdagangan kontrak berjangka dan produk derivatif. Prasetyo memberikan penjelasan mengenai penentuan kedaulatan komoditas nasional serta potensi integrasi ICDX ke dalam bursa baru tersebut.

"Makanya ini sedang proses untuk nanti diatur sedemikian rupa, intinya adalah bukan ada ini dan sebagainya, tidak. Tapi intinya adalah kedaulatan terhadap barang-barang yang kita miliki harus kita yang menentukan. Selama ini kan nggak," kata Prasetyo.

Prasetyo menambahkan pertimbangan terkait status ICDX ke depannya dalam struktur bursa mineral yang baru.

"Nanti kita lihat ininya, bisa jadi kan mungkin bisa gabung, mungkin bisa sendiri," katanya melanjutkan ketika ditanya kembali apakah ICDX akan terintegrasi dalam Icomex.

Pemerintah juga sedang menyeleksi sejumlah komoditas kritis unggulan produksi dalam negeri yang bakal masuk dalam bursa tersebut, seperti minyak kelapa sawit mentah (CPO), nikel, hingga batu bara.

"Belum, belum diputuskan. yang pasti adalah komoditas-komoditas yang memang itu produksi kita yang paling utama. Misalnya CPO, nikel, batu bara," ujar Prasetyo.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author