Pemerintah Wajibkan Penyaluran Barang Bersubsidi Melalui Koperasi Desa Merah Putih

Share

Pemerintah memutuskan untuk memusatkan seluruh distribusi barang bersubsidi melalui jaringan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih.

Kebijakan strategis ini diambil guna memastikan bahwa bantuan subsidi dari negara dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan secara tepat sasaran.

Langkah penertiban jalur distribusi ini dilansir dari Detik Finance berdasarkan hasil keputusan dalam rapat kabinet terbaru.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimisme tinggi bahwa unit usaha koperasi ini akan mampu menghasilkan keuntungan finansial yang sehat.

Ia menekankan bahwa kepastian laba tersebut sangat bergantung pada pengawasan intensif agar pelaksanaan di lapangan bebas dari tindakan penyelewengan.

"Kemarin diputuskan di rapat kabinet bahwa semua barang-barang yang bersubsidi akan disalurkan lewat Kopdes Merah Putih dan tidak diperjualbelikan di luar itu. Jadi harusnya dari situ saja Kopdes Merah Putih sudah pasti untung, asal nggak dikorupsi lah, harusnya sih aman," kata Purbaya di Yogyakarta, Kamis (16/7/2026).

Sebelum adanya penegasan dari Menteri Keuangan, arah kebijakan ini telah dicanangkan secara langsung oleh Kepala Negara.

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar komoditas yang disubsidi oleh anggaran negara tidak lagi diperdagangkan secara bebas di pasar umum.

"Sudah saya ambil keputusan, semua barang subsidi harus disalurkan kepada rakyat melalui Kopdes Merah Putih. Harus, saya katakan ini harus. Barang subsidi, rakyat tidak boleh diperdagangkan supaya yang membutuhkan, dia lah yang terima," ujar Prabowo saat pidato di acara Puncak Perayaan Hari Koperasi Nasional Ke-79 Tahun 2026 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (12/7).

Dalam pengembangannya, jaringan koperasi ini diproyeksikan tidak hanya menjadi penyalur komoditas bersubsidi semata.

Pemerintah merancang lembaga ini sebagai pusat pelayanan ekonomi pedesaan yang terintegrasi guna mendongkrak aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Fasilitas penunjang seperti unit simpan pinjam, toko bahan pokok, hingga penyediaan obat-obatan murah akan dibangun di area operasional koperasi.

"Kita akan buka apotek di desa, obat-obatnya obat generik yang harganya jauh lebih murah dari apotik di kota. Akan ada logistik desa, akan ada gudang, akan ada cold storage, ruang pendingin supaya hasil-hasil petani tidak akan rusak dan berbagai layanan ekonomi lainnya," imbuhnya.

Melalui integrasi layanan ini, perputaran dana di wilayah pedesaan diperkirakan akan mengalami peningkatan yang sangat signifikan.

Aktivitas ekonomi ini juga diharapkan mampu menekan kesenjangan pendapatan dan memperkuat daya beli masyarakat di tingkat akar rumput.

"Kita proyeksikan KDKMP bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat, sebesar Rp 223 triliun tiap tahun akan beredar di desa-desa. Tidak keluar, akan beredar di desa-desa. Nanti akan ada pendapatan produsen yang juga meningkat sebesar Rp 202 triliun di petani, peternak dan nelayan," pungkasnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author