Pemerintah Percepat Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di 25 Provinsi

Share

Pemerintah terus mendongkrak perekonomian masyarakat pesisir melalui penguatan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Langkah ini dirancang untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan laut. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa program ini bertujuan mengintegrasikan nelayan ke dalam ekosistem ekonomi yang lebih luas.

Seperti dilansir dari Detik Finance, fasilitas tersebut mencakup proses produksi, pengolahan, penyimpanan, hingga jalur distribusi. "Pemerintah ingin nelayan tidak lagi hanya menjual hasil tangkapan, tetapi menjadi bagian dari rantai ekonomi yang lebih besar. KNMP menjadi pusat produksi, pengolahan, penyimpanan hingga distribusi hasil perikanan, sehingga nilai tambahnya dinikmati masyarakat pesisir," kata Zulkifli Hasan.

Secara nasional, pemerintah menargetkan penyelesaian 5.000 kawasan KNMP hingga tahun 2029 mendatang. Sebanyak 1.369 lokasi di antaranya menjadi target pembangunan awal hingga akhir 2026.

Pembangunan tahap pertama kini telah rampung sepenuhnya di 65 lokasi yang tersebar di 25 provinsi. Sementara itu, pengerjaan tahap kedua di 35 lokasi lain sedang berjalan dan ditargetkan selesai bertahap pada Agustus 2026. Di wilayah Sulawesi Selatan, enam kawasan KNMP telah dibangun oleh pemerintah. Lokasi tersebut berada di Kabupaten Takalar, Bone, Jeneponto, Bulukumba, Sinjai, serta Kota Makassar.

Pengembangan Sentra Perikanan Terpadu di KNMP Untia

Salah satu kawasan yang siap beroperasi yakni KNMP Untia yang berlokasi di Kota Makassar. Sentra ini didukung oleh 193 nelayan aktif dan 101 armada kapal dengan potensi produksi 450 ton ikan per tahun, seperti kembung, layang, tembang, dan kepiting. Kawasan KNMP Untia telah dilengkapi sarana pendukung seperti dermaga, bengkel kapal, kios perbekalan, pabrik es, cold storage, hingga tempat kuliner. Seluruh infrastruktur ini dibuat untuk menekan biaya operasional sekaligus menjaga kualitas hasil tangkapan.

Kehadiran pabrik es dan cold storage membantu nelayan menjaga kesegaran ikan sebelum dipasarkan ke berbagai daerah. Fasilitas penyimpanan yang memadai tersebut turut memperluas jangkauan pasar produk perikanan lokal. Penguatan rantai pasok ini juga diproyeksikan untuk mendukung kebutuhan pangan nasional, termasuk pasokan bahan baku Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Kalau rantai pasoknya kuat, nelayan untung, masyarakat mendapat ikan yang berkualitas, dan kebutuhan pangan nasional juga terpenuhi. Inilah yang ingin dibangun pemerintah melalui Kampung Nelayan Merah Putih," kata Zulkifli Hasan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author