Pemerintah Pastikan Stok Beras Nasional Aman Hadapi Ancaman El Nino

Share

Pemerintah Indonesia memastikan persediaan beras nasional berada dalam kondisi aman untuk mengantisipasi potensi ancaman kemarau panjang akibat fenomena El Nino yang diprediksi oleh BMKG akan mencapai puncaknya pada Juli hingga September 2026. Kepastian ketersediaan pangan ini didukung oleh proyeksi produksi dalam negeri yang dilaporkan melebihi angka kebutuhan konsumsi masyarakat nasional.

Dilansir dari Detik Finance, data Proyeksi Neraca Pangan mencatat stok awal tahun sebesar 12,54 juta ton dengan perkiraan produksi tahunan mencapai 34,76 juta ton. Setelah dikurangi angka kebutuhan konsumsi setahun sebesar 31,1 juta ton, persediaan beras pada akhir tahun diestimasikan masih tersisa sebanyak 16,24 juta ton yang mampu mencukupi kebutuhan nasional selama lima bulan di tahun 2027.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa langkah mitigasi telah dilakukan jauh hari berdasarkan pengalaman menghadapi fenomena serupa pada tahun-tahun sebelumnya.

"Kami memang sudah siapkan jauh hari sebelumnya menghadapi El Nino. Dulu pengalaman kita (El Nino) tahun 2023. Alhamdulillah kita lolos.

Stok beras kita tertinggi sepanjang sejarah. Insyaallah aman, katakanlah sampai Desember. (Bahkan) beras kita sudah sampai Mei pun cukup. Jadi tidak masalah," kata Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian.

Langkah antisipasi serupa juga diperkuat melalui penguatan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD). Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy menjelaskan bahwa koordinasi aktif dengan BMKG terus berjalan dan sosialisasi penyesuaian pola tanam telah diberikan kepada para petani lokal.

"Terkait dengan cuaca selama ini masih cukup normal, sehingga belum berpengaruh terhadap pertanaman. Jadi peningkatan produksi tetap dapat tercapai. Kita selalu koordinasi dengan BMKG kaitan dengan perubahan cuaca dan kita juga sudah sosialisasi ke para petani untuk melakukan pola tanam sesuai dengan anjuran dari pemerintah," beber Sarwo Edhy, Sekretaris Utama Bapanas.

Hingga Juni 2026, total produksi pangan setengah tahun ini tercatat menyentuh 19,2 juta ton, sementara tingkat konsumsi berada di angka 15,4 juta ton. Surplus produksi sebanyak 3,7 juta ton tersebut dialihkan menjadi Cadangan Beras Pemerintah melalui Perum Bulog yang telah menyerap 3,2 juta ton beras petani lokal serta menyalurkan 1,07 juta ton ke masyarakat, sehingga sisa stok yang tersimpan di gudang kini berada di angka 5,17 juta ton.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author