Pemerintah Meksiko Perketat Pengamanan Menjelang Pembukaan Piala Dunia 2026

Share

Pemerintah Meksiko memperketat pengamanan dengan mengerahkan lebih dari 50.000 personel kepolisian menjelang upacara pembukaan Piala Dunia 2026 di Mexico City pada Kamis (11/6/2026). Langkah antisipasi ini diambil demi membendung rangkaian aksi demonstrasi massal dari berbagai kelompok masyarakat yang berpotensi mengganggu kelancaran turnamen sepak bola terbesar tersebut.

Aparat keamanan bertugas mencegah massa aksi memblokade akses vital menuju bandara, area Stadion Azteca, serta zona suporter. Dilansir dari Bloombergtechnoz, stadion yang menjadi lokasi laga pembuka itu dilaporkan menjadi titik temu konvoi dari tujuh kelompok pengunjuk rasa, termasuk aliansi guru, petani, pensiunan, pekerja rumah sakit, dan sektor transportasi.

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum berupaya menenangkan situasi di tengah meningkatnya ketegangan tersebut. Penegasan mengenai kesiapan otoritas keamanan disampaikan langsung demi menyukseskan acara yang dihadiri sekitar 90.000 penonton langsung.

"Untuk menghindari kendala, kami menyarankan penonton untuk berangkat lebih awal, tetapi dipastikan semua orang akan bisa sampai ke stadion," ujar Sheinbaum dalam konferensi pers rutin pagi harinya.

Sheinbaum juga menyatakan keyakinannya bahwa rangkaian perayaan pembukaan turnamen akbar ini tidak akan terhambat oleh aksi protes yang direncanakan. Kelompok demonstran sengaja memanfaatkan momentum global ini untuk menekan pemerintah agar mengabulkan tuntutan mereka.

"Ini akan menjadi upacara pembukaan yang luar biasa." ujar Sheinbaum.

Salah satu fokus utama pengamanan adalah pergerakan serikat guru pembangkang bernama CNTE yang menuntut kenaikan gaji sebesar 100 persen karena menganggap tawaran pemerintah sebesar 9 persen tidak memadai. Selain upah, mereka menuntut jaminan kerja dan kembalinya sistem pensiun publik tradisional yang diperkirakan memakan biaya sekitar US$400 miliar atau seperlima dari PDB Meksiko.

Aksi blokade jalan oleh CNTE telah memicu gangguan lalu lintas di pusat bersejarah Mexico City, lokasi penyelenggaraan fan fest resmi. Kondisi ini memicu bentrokan antara pengunjuk rasa dengan pedagang lokal yang mengeluhkan penurunan penjualan akibat terganggunya kunjungan wisatawan.

Presiden FIFA Gianni Infantino turut memberikan tanggapan terkait situasi keamanan dan potensi kendala operasional di lapangan menjelang upacara pembukaan di Mexico City. Turnamen edisi kali ini diselenggarakan secara kolaboratif di tiga negara, yaitu Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada.

"Kami mempersiapkan semuanya agar berjalan lancar tanpa kendala dan tanpa masalah. Namun tentu saja, Anda mungkin tidak bisa menyelenggarakan acara sebesar ini dengan cara yang benar-benar sempurna," ujar Infantino.

Akibat aksi penutupan jalan, para penggemar sepak bola kemungkinan harus menghadapi antrean panjang dalam pemeriksaan keamanan, termasuk di Alun-alun Zocalo yang menjadi pusat keramaian. Lokasi tersebut telah dilengkapi layar raksasa untuk menayangkan pertandingan pembuka antara Meksiko melawan Afrika Selatan pada Kamis pukul 15.00 waktu setempat.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author