Pemerintah Matangkan Rencana Pusat Finansial Internasional di Bali
Rencana pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) mendapat sambutan positif dari ratusan calon investor global dalam pertemuan yang digelar di Nusa Dua, Bali, dilansir dari Detik Finance pada Minggu (16/8/2026).
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mencatat tingkat kehadiran peserta melampaui target awal dari undangan yang disebar untuk 70 pihak di kawasan Asia.
"Kita undang ada 70 untuk Asia, tapi yang datang sampai 110 dan responsnya alhamdulillah boleh saya sampaikan sebenarnya sangat positif," ujar Rosan Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM.
Meski merespons positif, para investor global tetap menyoroti pentingnya kesiapan struktur tata kelola kelembagaan. Mereka meminta kepastian agar format dan struktur PFII benar-benar memenuhi standar operasional internasional.
Menanggapi hal itu, pemerintah berjanji menjaga transparansi serta rutin menggelar sosialisasi berkala. Pembentukan PFII dirancang secara profesional dengan mengedepankan prinsip independensi pada seluruh lini pengelolaan, pengawasan, hingga proses hukum.
"Pada intinya memang dari PFII itu semuanya itu memang harus independen. Jadi baik dari kalau pengelolaannya sudah pasti independen, kemudian dari pengadilannya juga walaupun tetap bekerja sama dengan MA, tahap-tahapnya juga harus independen, kemudian OJK-nya juga, OJK independen, ya," beber Rosan Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM.
Sejauh ini, penjajakan potensi penarikan dana global baru berfokus pada investor kawasan Asia. Namun, pemerintah memproyeksikan potensi dana investor yang lebih besar berada di kawasan Timur Tengah, khususnya Dubai.
"Yang kita temui itu baru investor atau family office yang dari Asia dulu. Belum yang Eropa, belum yang dari Timur Tengah. Justru potensi yang besar tuh yang banyak dari Dubai ini," tutur Rosan Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM.
Guna memantapkan skema investasi tersebut, pemerintah banyak mengadopsi masukan serta kerangka kerja dari Dubai International Financial Centre (DIFC) yang dinilai sangat relevan.