Pemerintah Kaji Pembatasan BBM Subsidi untuk Masyarakat Mampu

Share

Pemerintah mengkaji pembatasan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi, khususnya Pertalite, bagi masyarakat kelas menengah ke atas, terutama kelompok desil 9 dan 10 yang masih menikmati subsidi tersebut.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa kebijakan ini bertujuan agar subsidi BBM yang mencapai ratusan triliun rupiah diberikan tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak.

Kelompok masyarakat desil 9 dan 10 menurut data resmi Kementerian Sosial berada pada tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi. Desil 9 mencakup keluarga pada urutan 81% sampai 90%, sedangkan desil 10 adalah 10% keluarga terkaya di Indonesia.

Posisi desil ini bersifat dinamis, dapat berubah akibat faktor sosial ekonomi seperti perubahan pekerjaan, jumlah anggota keluarga, kondisi rumah, dan kepemilikan aset.

Untuk mengetahui apakah seseorang layak menerima BBM Pertalite subsidi, masyarakat dapat melakukan pengecekan status desil melalui laman resmi cekbansos.kemensos.go.id dengan memasukkan nomor induk kependudukan (NIK) dan kode captcha.

Alternatif lain, pengecekan dapat dilakukan melalui situs Data Tunggal Sosial Ekonomi (DTSEN) di dtsen-form.bps.go.id/login dengan prosedur serupa.

Pemerintah berharap dengan langkah ini subsidi BBM dapat lebih tepat sasaran dan mengurangi beban anggaran negara.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author