Pemerintah India Jual Saham BUMN untuk Atasi Defisit Fiskal
Pemerintah India mengambil langkah menjual saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) guna mengatasi defisit fiskal yang terus melebar. Upaya tersebut dilakukan di tengah pertumbuhan ekonomi cepat namun terhambat tekanan inflasi dan kendala fiskal, dilansir dari Detik Finance.
Sejak awal tahun, India telah melepas saham di 10 perusahaan BUMN termasuk Cochin Shipyard dan Indian Railways Finance Corp, serta yang terbaru adalah penjualan 6,5% saham Life Insurance Corporation of India yang menghasilkan dana sekitar US$ 3,3 miliar atau Rp 59,06 triliun.
Penjualan saham ini dihargai dengan diskon 10% untuk menarik pembeli di pasar saham, sehingga penawaran pembelian melebihi target. Secara keseluruhan, aksi divestasi BUMN berhasil mengumpulkan dana lebih dari US$ 6,5 miliar atau Rp 116,33 triliun, yang merupakan pengumpulan dana tertinggi dalam lebih dari satu dekade.
Kepala riset ekonomi India di Standard Chartered Bank, Anubhuti Sahay, menilai pemerintah berada di jalur tepat untuk mencapai target penggalangan dana tahunan sebesar 800 miliar rupee atau US$ 8,4 miliar (Rp 150,33 triliun) melalui penjualan saham BUMN.
"Memanfaatkan hasil divestasi adalah strategi yang sangat bagus," ujar Anubhuti Sahay.
Ia menambahkan bahwa selama bertahun-tahun pemerintah India jarang memenuhi target divestasi karena kondisi fiskal yang nyaman. Namun, saat ini pemerintah menghadapi risiko penurunan pendapatan dan peningkatan pengeluaran akibat beban subsidi yang lebih tinggi.
"Saat ini penjualan saham tersebut seperti memanfaatkan 'aset berharga keluarga' pada saat dibutuhkan," jelasnya.