Pemerintah Buka Prodi Spesialis Atasi Kekurangan Dokter Spesialis

Share

Pemerintah Indonesia membuka sembilan fakultas baru serta 170 program studi spesialis dan subspesialis demi menutupi kekurangan tenaga medis di berbagai daerah. Langkah strategis ini disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam sidang tahunan MPR RI dan sidang bersama DPR-DPD RI di Jakarta, Jumat (14/8/2026), dilansir dari Detikcom.

Upaya penambahan program studi berbasis perguruan tinggi dan rumah sakit tersebut berhasil menghadirkan prodi spesialis untuk pertama kalinya di 11 provinsi. Kebijakan ini difokuskan untuk memenuhi tingginya kebutuhan dokter umum, dokter gigi, hingga dokter spesialis di wilayah yang jauh dari ibu kota provinsi, khususnya Indonesia Timur.

"Pemerintah telah membuka 9 fakultas baru, serta 170 program studi spesialis dan subspesialis. Baik yang berbasis perguruan tinggi maupun berbasis rumah sakit. Kita menghadirkan program studi spesialis untuk pertama kali di 11 provinsi untuk mengejar kebutuhan dokter umum, dokter gigi, dan dokter spesialis kita," ucap Presiden Prabowo Subianto.

Berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan, terdapat 481 kabupaten dan kota di Indonesia yang membutuhkan tambahan hingga 55.712 dokter spesialis. Prabowo menekankan pentingnya percepatan pemenuhan ketersediaan dokter umum, gigi, dan spesialis untuk mencegah dampak kesehatan yang lebih luas pada masyarakat.

"Untuk itu kita harus mencari solusi. Kita harus memperbanyak dokter-dokter spesialis, dan dokter-dokter gigi, dan dokter-dokter umum kita. Karena dari kerusakan gigi bisa menghasilkan kerusakan organ-organ lain di tubuh itu," ucap Presiden Prabowo Subianto.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author