Pemerintah Siapkan Rp25,5 Miliar Bangun Jembatan Kalawi-Limau Manih

Share

Pemerintah pusat segera membangun kembali Jembatan Kalawi-Limau Manih di Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat, dengan alokasi anggaran Rp25,5 miliar usai rusak diterjang bencana hidrometeorologi. Kepastian tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade saat meninjau lokasi pada Jumat (21/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Jembatan penyeberangan sepanjang 70 hingga 80 meter ini akan dibuat menggunakan konstruksi rangka baja. Pembangunan fisik jembatan di wilayah tersebut ditargetkan mulai berjalan pada awal tahun depan setelah seluruh tahapan lelang diselesaikan.

Insyaallah jembatan ini akan dibangun sepanjang 70 sampai 80 meter dengan rangka baja. Anggarannya Rp25,5 miliar. Insyaallah lelangnya akan dilaksanakan Januari 2027, lalu pekerjaannya insya Allah akhir Februari 2027, ujar Andre Rosiade, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI.

Proyek pemulihan infrastruktur di Kota Padang ini tercantum dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi nasional. Andre menjelaskan bahwa dana perbaikan jembatan tersebut bersumber dari pos anggaran bencana berskala lebih besar yang telah disiapkan pemerintah.

Anggaran pembangunan ini bagian dari anggaran rehab-rekon yang disiapkan dari anggaran Rp19 triliun. Ini adalah bagiannya, kata Andre Rosiade, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI.

Di sisi lain, proses lelang dan pengerjaan fisik jembatan diawasi langsung oleh instansi teknis terkait. Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat Elsa Putra Friandi menegaskan keberlanjutan program pemulihan infrastruktur akibat dampak bencana alam tersebut.

Ini jembatan termasuk dalam program rehab-rekon dari Presiden untuk bencana hidrometeorologi beberapa waktu lalu. Rencananya kita akan lakukan pelelangan di Januari 2027 dan insya Allah setelah penetapan proses selesai semua, di akhir Februari paling lambat kita mulai pelaksanaan pembuatan jembatan rangka batang 70 sampai 80 meter, ujar Elsa Putra Friandi, Kepala BPJN Sumbar.

Faktor keselamatan struktur jembatan menjadi prioritas mengingat kuatnya arus sungai di lokasi penyeberangan. Perancangan konstruksi oleh Pemerintah Kota Padang telah melewati tahap asistensi bersama Balai Teknik Sungai guna memperkuat ketahanan fondasi.

Desainnya dari Dinas Kota Padang. Desainnya kita arahkan untuk asistensi dengan Balai Teknik Sungai. Ini sudah beberapa kali asistensi, sehingga nanti akan ada proteksi-proteksi di abutment dan bangunannya agar jembatan ini dalam jangka panjang bisa tahan terus terhadap arus, jelas Elsa Putra Friandi, Kepala BPJN Sumbar.

Pembangunan ulang ini diharapkan memulihkan konektivitas dan akses transportasi warga secara aman. Penanganan infrastruktur publik tersebut sekaligus menjadi bukti sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam merespons kebutuhan masyarakat pascabencana.

Ini menunjukkan komitmen dari pemerintah pusat, pemerintah Presiden Prabowo yang mendengarkan aspirasi masyarakat. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo dan juga Pak Menteri PU Dody Hanggodo yang telah menganggarkan, tutur Elsa Putra Friandi, Kepala BPJN Sumbar.

Peninjauan lapangan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Balai Cipta Karya Sumbar Maria Doeni Isa, Kepala BWS Sumatera V Padang Reski Wahyudi, serta perwakilan DPRD Kota Padang guna memastikan rencana pelaksanaan proyek berjalan tepat waktu.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author