Pemerintah Alokasikan Rp6,26 Triliun untuk Korban PHK dan Vokasi

Share

Pemerintah memprioritaskan 50 ribu pekerja korban PHK dalam program magang nasional dan pelatihan vokasi pada semester kedua tahun 2026 demi menjaga pertumbuhan ekonomi. Langkah strategis ini dilansir dari Bloomberg Technoz pada Selasa (23/6/2026).

Untuk menjalankan program tersebut, pemerintah mengucurkan anggaran sebesar Rp6,26 triliun. Dana itu dibagi menjadi Rp4,14 triliun untuk Program Magang Nasional dengan target 150 ribu peserta, serta Rp2,12 triliun khusus pelatihan vokasi.

Kebijakan stimulus ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebagai langkah nyata pemerintah menjaga stabilitas ketenagakerjaan nasional.

"Program vokasi diprioritaskan bagi 220 ribu lulusan SMK dan 50 ribu pekerja terdampak PHK," ujar Airlangga Hartarto, Menko Perekonomian.

Di sisi lain, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli memaparkan bahwa program magang nasional yang telah berjalan terbukti memberikan dampak ekonomi positif yang signifikan bagi keluarga para peserta.

"36,52% peserta sangat terbantu, membantu 30,61%, cukup membantu 30,45%," kata Yassierli, Menteri Ketenagakerjaan.

Berdasarkan hasil evaluasi mendalam terhadap sekitar 65.000 peserta magang, tingkat kepuasan non-finansial tercatat cukup tinggi. Sebanyak 52,13% peserta menyatakan puas, 32,13% cukup puas, dan hanya 15,05% yang mengaku tidak puas.

Pelaksanaan program ini telah mengantongi persetujuan Presiden Prabowo Subianto melalui rapat koordinasi terbatas kabinet. Secara keseluruhan, total paket stimulus ekonomi sepanjang semester II 2026 mencapai Rp26,34 triliun, yang juga mencakup alokasi diskon transportasi sebesar Rp2,04 triliun dan bantuan pangan senilai Rp18,04 triliun.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author