Pembangunan Pipa Gas Dusem Dipercepat untuk Perkuat Distribusi Energi di Sumatera

Share

Pembangunan Proyek Pipa Transmisi Gas Bumi Dusem yang melintasi Sumatera Utara dan Riau terus dipercepat untuk memperkuat jaringan distribusi gas yang andal dan terintegrasi di Pulau Sumatera, dilansir dari Detik Finance.

Proyek ini menjadi infrastruktur utama untuk konektivitas pasokan energi dan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah yang dilalui. Pipa gas Dusem terbagi dua segmen, yakni SKG Belawan sampai Labuhan Batu sepanjang sekitar 279,8 km dan Labuhan Batu sampai Duri.

PT Brantas Abipraya (Persero) menangani pembangunan segmen dua di Bagan Batu. Hingga akhir Juli 2026, progres konstruksi segmen ini mencapai 32,3%.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengapresiasi kinerja seluruh pihak dalam pembangunan proyek yang sudah mencatat 300.000 jam kerja aman dan menyerap 447 tenaga kerja.

"Saya mengingatkan bahwa seluruh pekerjaan ini harus mengutamakan aspek keselamatan yang memadai," ujar Laode dalam kunjungan kerja pada 25 Juli 2026.

Laode menegaskan pentingnya keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap tahap pembangunan.

Proyek pipa sepanjang 262 km ini berperan penting dalam meningkatkan keandalan pasokan energi untuk sektor industri, pembangkit listrik, dan kawasan ekonomi, sehingga biaya energi bisa ditekan untuk meningkatkan daya saing industri nasional dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya, Dian Sovana, menyatakan keterlibatan perusahaan sebagai dukungan pada agenda pemerintah mewujudkan swasembada energi dan pembangunan infrastruktur yang bermanfaat luas.

"Proyek Pipa Gas Dusem bukan sekadar pembangunan infrastruktur energi, tetapi juga menjadi katalis pertumbuhan ekonomi. Kehadiran jaringan pipa ini akan memperkuat distribusi gas nasional, mendukung aktivitas industri, membuka peluang investasi, serta menciptakan multiplier effect bagi masyarakat di sekitar proyek," ujar Dian.

Dian menambahkan Brantas Abipraya berkomitmen menyelesaikan proyek dengan mengedepankan kualitas, keselamatan kerja, dan ketepatan waktu.

Brantas Abipraya menerapkan standar konstruksi terbaik dengan fokus pada Quality, Health, Safety, Security, and Environment (QHSSE) serta teknologi konstruksi efisien.

Selain manfaat energi, proyek ini juga menciptakan lapangan kerja lokal dan mendorong usaha pendukung di sekitar lokasi, dengan dampak ekonomi berkelanjutan dari peningkatan perdagangan hingga sektor jasa dan UMKM.

Brantas Abipraya sebagai perusahaan konstruksi nasional terus memperkuat kontribusinya untuk pembangunan infrastruktur yang meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.

Dian optimistis proyek ini akan menghadirkan infrastruktur energi andal, memperkuat ketahanan energi nasional, dan menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi inklusif di Indonesia.

"Semoga dengan tuntasnya proyek ini nantinya dapat memberikan dampak positif yang masif bagi industri lokal di sepanjang koridor Sumatera Utara hingga Riau. Kehadiran pipa ini menjadi 'jalan tol energi' yang memecahkan masalah keterbatasan infrastruktur gas dan memacu efek domino ekonomi lokal," tutup Dian.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Energi infrastruktur Pipa Gas
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author