Pemain Argentina Lanjutkan Ritual Makan Permen Jelang Lawan Swiss
Gelandang Timnas Argentina, Leandro Paredes dan Rodrigo De Paul, kembali menjalankan ritual memakan permen di stadion Kansas City menjelang pertandingan babak perempat final Piala Dunia 2026 melawan Swiss pada Sabtu, 11 Juli 2026.
Aksi mengunyah permen di lingkaran tengah lapangan tersebut tertangkap kamera saat kondisi tribun stadion mulai dipadati oleh para pendukung Albiceleste. Tradisi unik ini telah menjadi bagian dari identitas tim asuhan Lionel Scaloni sejak rentetan keberhasilan mereka meraih berbagai gelar juara beberapa tahun terakhir.
Sebelumnya, ritual serupa juga dilakukan oleh kedua pemain tersebut di Atlanta sebelum pertandingan babak 16 besar melawan Mesir pada Selasa, 7 Juli 2026. Dalam laga tersebut, mereka juga menyempatkan diri melemparkan beberapa butir permen ke atas rumput lapangan sebelum pertandingan dimulai.
Dibalik kebiasaan yang kerap dianggap sebagai takhayul oleh para penggemar ini, tersimpan kisah emosional masa kecil Rodrigo De Paul bersama kakeknya yang bernama Osvaldo. Latar belakang mendalam mengenai tradisi permen kunyah tersebut diungkapkan langsung oleh ibu sang pesepak bola, Mónica.
Mónica menceritakan bahwa saat Rodrigo masih kecil dan pergi berlatih sepak bola, sang kakek selalu memberikan beberapa koin agar cucunya bisa membeli permen di kantin klub.
Anak itu baru menyadari pengorbanan tersebut beberapa tahun kemudian setelah mengetahui bahwa uang koin pemberian itu merupakan ongkos bus kakeknya untuk pulang.
"Durante many years, Rodrigo never knew that those coins he gave him were the travel coins. My dad would walk back home and give him those coins so he could buy the candies when he went to train," kenang Mónica seperti dilansir dari media minutouno.com.
Osvaldo sendiri telah meninggal dunia pada tahun 2009 sebelum sempat menyaksikan cucunya memulai debut profesional atau mengenakan jersi tim nasional. Untuk menghormati jasa sang kakek, De Paul membuat tato bertuliskan "para siempre en mi corazón" di lengan kirinya yang selalu ia cium setiap kali memasuki lapangan.
"From wherever he is, he sees it," ungkap Mónica saat mengingat kembali sosok yang sangat menentukan dalam pembentukan karier sepak bola putranya tersebut.
Selain pelaksanaan ritual permen, asosiasi sepak bola Argentina (AFA) juga telah meminta izin kepada FIFA agar para pemain dapat mengenakan pita hitam di lengan saat melawan Swiss. Penghormatan ini ditujukan untuk mengenang mantan kapten bersejarah Boca Juniors dan Timnas Argentina, Antonio Rattín, yang meninggal dunia pada usia 89 tahun, bersamaan dengan momen mengheningkan cipta untuk mendiang Jayden Adams asal Afrika Selatan.