Elena Rybakina Mundur dari Cincinnati Open Akibat Cedera Pergelangan Kaki
Petenis putri Elena Rybakina terpaksa mundur akibat cedera pergelangan kaki kiri dalam pertandingan perempat final Cincinnati Open melawan Iga Swiatek pada Jumat, 21 Agustus 2026. Hasil ini menggagalkan peluang Rybakina untuk menggeser Aryna Sabalenka dari posisi peringkat satu dunia, setelah Sabalenka sebelumnya tersingkir di babak keempat usai kalah dari Sara Bejlek. Rybakina memutuskan tidak melanjutkan laga saat tertinggal 4-1 di set pertama setelah sempat meminta jeda medis untuk penanganan pada pergelangan kakinya.
Ia mengungkapkan bahwa cedera tersebut sudah lama mengganggunya dan memburuk akibat salah tumpuan saat bertanding.
"Tentu saja saya merasa tidak enak, saya bahkan tidak bisa mendorong saat melakukan servis," kata Elena Rybakina, petenis asal Kazakhstan. Ia menambahkan bahwa pemeriksaan pemindaian MRI akan dilakukan untuk memastikan kondisi cederanya lebih lanjut.
"Sangat sakit untuk berjalan. Kami akan tahu lebih banyak besok setelah menjalani MRI. Ini sudah mengganggu saya sejak lama, tetapi merasa bisa mengendalikannya.
Rasanya baik-baik saja sebelum pertandingan, tetapi sayangnya satu gerakan yang salah, satu pendaratan, dan sesuatu terjadi," kata Elena Rybakina, juara Australia Terbuka. Kemenangan ini membawa Swiatek melaju ke babak semifinal untuk menghadapi petenis tuan rumah peringkat tiga dunia, Jessica Pegula, yang lolos usai mengalahkan Amanda Anisimova 6-4, 2-6, 7-6(4).
Swiatek menyampaikan keprihatinannya atas cedera yang dialami Rybakina menjelang turnamen AS Terbuka. "Bukan cara yang Anda inginkan untuk mengakhiri pertandingan," kata Iga Swiatek, petenis asal Polandia. Ia berharap cedera yang dialami lawannya tersebut tidak parah agar bisa tampil maksimal di turnamen major mendatang.
"Dia tidak terlihat baik, tentu saja. Kemudian dia meminta perawatan dan saya tidak yakin apakah dia akan kembali atau tidak. Dia berjalan normal sekarang. Saya merasa sangat kasihan padanya, tetapi mudah-mudahan tidak ada yang serius dan dia akan siap untuk AS Terbuka," kata Iga Swiatek, juara bertahan Cincinnati Open.
Ia juga menambahkan bahwa kesehatan pemain harus menjadi prioritas utama di atas hasil pertandingan. "Saya berharap Elena akan baik-baik saja. Turnamen berikutnya adalah prioritas.
Saya tahu yang ini juga penting. Tapi AS Terbuka adalah AS Terbuka," kata Iga Swiatek, petenis unggulan kedua. Swiatek menegaskan dukungannya agar Rybakina dapat segera pulih dan bertanding kembali.
"Saya berharap dia bakal siap untuk itu. Dia sangat dekat untuk menjadi nomor satu di dunia. Sangat disayangkan.
Saya pikir kita memainkan pertandingan yang bagus, tapi kesehatan adalah prioritas. Saya berharap dia akan baik-baik saja," kata Iga Swiatek, mantan petenis nomor satu dunia.
Pada kategori putra, Flavio Cobolli melaju ke semifinal Masters 1000 pertamanya setelah bangkit mengalahkan Tommy Paul 2-6, 6-3, 6-4. Cobolli sempat meminta cokelat M&M's saat jeda set kedua untuk menambah energi.
"Saya merasa sedikit lelah, dan saya membutuhkan energi, gula, dan saya suka M&M's," kata Flavio Cobolli, petenis asal Italia. Ia menyebut asupan gula tersebut membantunya tampil lebih segar hingga mengunci kemenangan.
"Cokelat dengan warna-warni membuat saya bahagia dalam pertandingan," kata Flavio Cobolli, unggulan ketujuh. Cobolli selanjutnya akan berhadapan dengan Arthur Fils di semifinal, setelah petenis Prancis itu mengalahkan Thiago Agustin Tirante 6-3, 6-2.