Pelemahan Rupiah Menghambat Impor Sapi Perah Nasional

Share

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai menaikkan biaya impor sapi perah bunting yang didatangkan dari luar negeri. Lonjakan harga komoditas penunjang industri susu nasional ini disampaikan dalam peringatan Hari Susu Nasional pada Selasa (2/6/2026), dilansir dari Bloomberg Technoz.

Kementerian Pertanian mencatat pergerakan kurs dolar yang terjadi dalam setahun terakhir menjadi penyebab utama pembengkakan anggaran pengadaan tersebut. Situasi ini langsung berdampak pada pemenuhan kebutuhan pasokan peternakan di dalam negeri.

Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan pada Ditjen PKH Kementerian Pertanian, Makmun menjelaskan bahwa impor sapi tersebut krusial untuk pengembangan populasi lokal.

“Terkait dengan kenaikan [nilai tukar dolar AS terhadap rupiah] ini, tahun lalu impor harganya Rp45 juta per ekor sapi perah bunting. Sekarang naik, tapi tidak sampai Rp50 juta,” kata Makmun, Selasa (2/6/2026).

Perubahan nilai tukar tersebut otomatis memperbesar nilai investasi yang harus disiapkan oleh para pelaku usaha. Meski beban operasional bertambah, pemerintah mengklaim dampak negatif terhadap industri susu nasional masih berada dalam batas yang dapat dikendalikan.

Langkah penekanan dampak dilakukan melalui program efisiensi kerja dan penguatan penyerapan hasil produksi domestik. Sektor swasta turut mengonfirmasi adanya imbas fluktuasi mata uang asing ini karena ketergantungan bahan baku impor yang masih tinggi.

General Manager Research and Development Indolakto, Tjatur Lestijaman menilai penyerapan pasokan lokal menjadi kunci utama dalam meredam gejolak harga.

“Memang ada pengaruh, tapi masih ada penyerapan susu lokal 20%, kemudian efisiensi di pabrik Indomilk. Sehingga dampaknya bisa kita redam tidak lebih dari 10%. Tapi memang itu harus diimbangi dengan usaha bersama,” ujar Tjatur.

Optimalisasi serapan susu segar dari peternak dalam negeri dinilai sangat krusial demi memangkas ketergantungan pada pasar luar negeri. Selain itu, efisiensi yang diterapkan pada rantai pengolahan pabrik berfungsi menahan laju pembengkakan biaya produksi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author