Pelatih Míchel Sánchez Kritik Mentalitas Ajax Usai Kalahkan Shelbourne

Share

Pelatih Ajax Amsterdam, Míchel Sánchez, mengkritik mentalitas timnya setelah menang 3-1 atas Shelbourne FC pada leg pertama kualifikasi Liga Konferensi UEFA di Johan Cruijff ArenA, Amsterdam.

Míchel menilai kemenangan tersebut seharusnya lebih besar dan menyesalkan pola permainan terutama di 20-25 menit terakhir laga yang dianggap kurang memadai.

"Saya tidak puas dengan hasilnya," kata Míchel Sánchez. "Dalam lima belas menit pertama kami bermain sebagai tim yang bagus. Kami menciptakan peluang. Setelah 3-0 kami mendapat beberapa serangan balik, dan itu harus kami cegah."

Pelatih asal Spanyol itu menambahkan bahwa sulit menciptakan ruang di lini akhir karena pertahanan ketat Shelbourne, dan Ajax belum bisa memanfaatkan peluang secara optimal.

"Mentalitas kami dalam dua puluh, dua puluh lima menit terakhir tidak cukup baik," ujar Míchel. "Sepak bola menyerang, struktur yang baik. Kami tidak cukup membangun serangan yang berkelanjutan.

Jika Anda tidak melakukan itu, Anda tidak bisa mencegah serangan balik. Pressing di fase akhir pertandingan juga tidak memadai."

Mengenai kondisi Mika Godts yang mencetak satu gol, Míchel mengaku belum memastikan apakah pemain tersebut akan tampil pada pertandingan Eredivisie melawan PEC Zwolle pada Minggu nanti.

"Saya tidak tahu apakah ini pertandingan terakhirnya," ujar Míchel. "Saya memperkirakan dia bisa bermain pada Minggu. Nanti kita lihat saja. Ajax adalah klub besar yang selalu ingin memiliki pemain-pemain terbaik di sini."

Media olahraga Belanda VI menilai Daley Blind dan Owen Wijndal sebagai pemain dengan performa terbaik dalam laga tersebut, keduanya mendapat nilai 7,5 dari penilaian kinerja pemain Ajax yang tampil minimal 30 menit.

Pemain lain seperti Mika Godts, Steven Berghuis, dan Youri Regeer mendapat nilai 7, sedangkan kiper Maarten Paes dan Kasper Dolberg memperoleh nilai 6,5.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author