PDI Perjuangan Lantik Pengurus PAC Probolinggo dan Kota Batu

Share

Jajaran DPC PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo melantik serentak Pengurus Anak Cabang dari 24 kecamatan pada Jumat, 29 Mei 2026, sebagai langkah konsolidasi total pasca-Hari Raya Idul Adha. Pelantikan serupa juga dilakukan untuk pengurus PAC se-Kota Batu pada Minggu, 24 Mei 2026, guna memperkuat struktur internal partai dari tingkat pusat hingga daerah menjelang Pemilu 2029.

Acara pelantikan di Kabupaten Probolinggo yang bertempat di Rumah Makan Kebun Pring tersebut dimeriahkan oleh penampilan Tari Glipang dari siswa SMPN 2 Dringu dan pelepasan burung merpati. Kegiatan ini dihadiri jajaran fungsionaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, anggota DPR RI, anggota DPRD provinsi, tokoh keagamaan dari PCNU dan Muhammadiyah, serta jajaran pimpinan partai politik dan birokrasi daerah.

Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Kerakyatan DPP PDI Perjuangan, Sri Rahayu, menghadiri pelantikan di Kota Batu yang digelar di Zam-Zam Hotel & Convention. Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan para kader mengenai fungsi strategis struktur kepengurusan di tingkat kecamatan.

"PAC ini menjadi salah satu kaki kita atau kader yang berada di middle (tengah). Berbeda dengan ranting yang langsung berada di basis. Ini menjadi satu kesatuan kekuatan kita," ujar Sri Rahayu.

Sri Rahayu menjelaskan bahwa momentum pelantikan ini merupakan penguatan legalitas formal bagi seluruh kader untuk bergerak menjalankan tugas politik. Ia pun menginstruksikan para pengurus baru agar segera membangun kedekatan bersama masyarakat.

"With pelantikan ini, mereka diberikan legalitas secara formal untuk melakukan gerakan, melangkah bekerja, kemudian membangun kedekatan (bonding) dengan masyarakat. Turun langsung ke bawah dalam rangka pemenangan pemilu," tutur Sri Rahayu.

Ia menambahkan bahwa kerja sama seluruh elemen partai menjadi kunci utama dalam memenangkan kontestasi politik yang akan datang.

"Karena ini menjadi satu kekuatan dari partai kita, maka ayolah kita bersatu, bekerja sama, dan menggerakkan roda organisasi secara bersama-sama. Kita bergotong royong, sehingga ke depan PDI Perjuangan menjadi kekuatan yang luar biasa untuk menjemput kemenangan pada Pemilu 2029," tandas Sri Rahayu.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo, H. Khairul Anam, menyampaikan orasi politiknya dengan menjabarkan tiga pesan utama, yaitu seni melayani masyarakat, struktur yang kuat, dan kemandirian yang bermartabat. Struktur baru PAC Kabupaten Probolinggo sendiri didominasi oleh 40,8 persen Generasi Z, 23,2 persen Milenial, dan 36,8 persen Generasi X, dengan keterwakilan perempuan mencapai 41,2 persen.

Komposisi kepengurusan tersebut dirancang inklusif dengan merangkul kader dari lintas organisasi massa keagamaan serta kaum muda demi mengamankan target terukur 10 kursi pada Pemilu 2029.

Pelatih tari SMPN 2 Dringu, Funa Fauna Angsar, menjelaskan arti penting pementasan Tari Glipang yang disuguhkan dalam acara pelantikan pengurus di Kabupaten Probolinggo tersebut. Menurutnya, tarian tradisional tersebut memiliki nilai sejarah sebagai pemacu semangat rakyat kala menghadapi masa penjajahan Belanda.

"Tarian Glipang ini adalah tarian khas dari Probolinggo, dulu tarian Glipang ini dinamai Tari Gholiban. Tarian ini dimaksudkan untuk pada saat zaman penjajahan Belanda dulu, itu untuk memotivasi rakyat supaya bisa lebih semangat untuk memperjuangkan kemerdekaan," ujar Funa Fauna Angsar.

Tarian tradisional ini menyertakan semboyan budaya yang mencerminkan ketangguhan para pejuang. Funa berharap agar kehadiran seni lokal ini dapat memberikan dampak positif bagi motivasi kerja organisasi.

"Alasan kami memilih tarian ini agar supaya PDI Perjuangan semakin bersemangat lagi untuk mewarnai serta membangun bangsa dan negara," pungkas Funa Fauna Angsar.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author