PDIP Kritik Arahan Jokowi Terkait Masa Jabatan Prabowo Gibran Dua Periode

Share

Ketua DPP PDI Perjuangan Deddy Sitorus mengkritik arahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang meminta Partai Solidaritas Indonesia mengawal kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka hingga dua periode di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa, 23 Juni 2026.

Kritik tersebut disampaikan setelah beredar informasi mengenai pertemuan antara pengurus PSI dan Joko Widodo di Solo. Deddy Sitorus menilai langkah politik yang diambil oleh PSI tersebut lebih mencerminkan upaya untuk mencari perhatian dari masyarakat luas dibandingkan dengan fokus pada penguatan internal partai sendiri.

"Ini kan cara untuk menarik simpati publik, PSI kan emang cenderung gitu ya. Dia tidak membesarkan partainya, tapi dengan menumpang-numpang. Misalnya dengan menyerang-nyerang PDI Perjuangan, mereka akan jadi pembicaraan publik," kata Deddy Sitorus, Ketua DPP PDIP.

Deddy menganggap strategi yang membawa isu masa jabatan pemerintahan saat ini ke periode kedua sengaja dimanfaatkan demi keuntungan elektoral sepihak. Pihaknya mempertanyakan urgensi dari wacana tersebut mengingat pemerintahan yang ada sekarang pun masih berada dalam tahap awal berjalan.

"Sekarang, dengan membawa isu dua periode Prabowo-Gibran, harapannya akan tertarik ke PSI, kan gitu," sambung Deddy Sitorus, Ketua DPP PDIP.

Lebih lanjut, politisi PDIP ini juga mempertanyakan apakah dari pihak Prabowo Subianto sendiri sudah memberikan konfirmasi atau memiliki keinginan resmi untuk maju kembali dalam kontestasi politik pada Pemilihan Presiden tahun 2029 mendatang.

"Pertanyaan saya, emang Pak Prabowo udah pasti mau. Tanya dulu dong sebelum kampanyekan itu," ujar Deddy Sitorus, Ketua DPP PDIP.

Deddy kemudian menambahkan bahwa saat ini pemerintah semestinya memberikan perhatian penuh untuk menyelesaikan berbagai persoalan nyata yang tengah dihadapi oleh masyarakat, termasuk merespons aspirasi dari gerakan mahasiswa, daripada menghabiskan energi untuk membahas pemilu yang masih lama.

"Pemilu masih lama. Jawab dulu nih persoalan-persoalan masyarakat. Apakah ada tindak lanjut dari tuntutan mahasiswa itu, itu dulu, jangan langsung ke pemilu.

Ini pemerintah lagi pusing, udah mikirin Pemilu 2029. Nggak sabaran banget," tutur Deddy Sitorus, Ketua DPP PDIP.

Wacana mengenai pengawalan pemerintahan hingga dua periode ini awalnya diungkapkan oleh internal PSI sendiri. Dilansir dari Detikcom, Ketua DPP PSI Bestari Barus mengungkapkan arahan tersebut setelah dirinya melakukan pertemuan langsung dengan Joko Widodo di Solo pada Kamis pagi, 18 Juni 2026.

"Kepada kami, beliau menyampaikan kok bahwa kita itu diminta untuk mengawal Pak Prabowo-Gibran ini, bahkan ya, bahkan, bahkan sampai dua periode. Jadi nggak ada itu fitnahan, fitnahan tentang bakal ada dua matahari. Matahari gimana bisa dua? Ada-ada aja," kata Bestari Barus, Ketua DPP PSI.

Bestari menyatakan bahwa dalam pertemuan tersebut, mantan presiden menekankan pentingnya menjaga stabilitas politik serta mendukung penuh jalannya pemerintahan Prabowo-Gibran tanpa terganggu isu keretakan hubungan kepemimpinan.

"Beliau terus, tadi pun saya dititip pesan ya jaga keharmonisan di internal. Dan juga ingatkan untuk kawan-kawan di mana pun itu, mendukung pasangan Pak Prabowo-Gibran ini gitu, mau matahari apa lagi," kata Bestari Barus, Ketua DPP PSI.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author