Bank Sentral China Suntik Likuiditas Lewat Operasi Reverse Repo

Share

Bank sentral China menggelar operasi reverse repo tenor semalam (overnight) untuk pertama kali dengan menggelontorkan dana sebesar 300 miliar yuan pada Senin (29/6).

Langkah tersebut memicu keterkejutan di kalangan pelaku pasar lantaran People's Bank of China (PBOC) tidak mengumumkan tingkat suku bunga untuk instrumen baru ini, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz. Selain tenor semalam, bank sentral turut menyalurkan reverse repo tenor tujuh hari senilai 157,5 miliar yuan dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 1,4%.

Langkah pengenalan tenor baru ini sejatinya telah diumumkan sebelumnya untuk periode operasi 29-30 Juni melalui skema suku bunga tetap bagi dealer utama. Sebelum data resmi keluar, survei pasar memperkirakan bahwa suku bunga untuk instrumen overnight ini akan berada di kisaran 1,35%.

Kebijakan tersebut dianalisis bukan sebagai penanda pergeseran arah moneter yang radikal melainkan sebuah instrumen taktis perbankan.

"Reverse repo overnight pada dasarnya merupakan instrumen likuiditas yang bertujuan meredam tekanan pendanaan musiman, bukan alat untuk memberikan sinyal arah kebijakan moneter tertentu," kata Kepala Strategi Valuta Asing dan Suku Bunga Oversea-Chinese Banking Corp, Frances Cheung.

Volume instrumen baru ini tercatat lebih besar dibandingkan dengan fasilitas reguler mingguan.

"Pelaksanaan operasi hari ini dan besok menjelang akhir semester pertama, serta nilainya yang lebih besar dibanding reverse repo tujuh hari, semakin menguatkan pandangan tersebut," ujarnya.

Volatilitas biaya pinjaman antarbank yang meningkat sejak Mei mendorong bank sentral bertindak lebih aktif menjelang penutupan kuartal. Pengamat ekonomi menilai penyembunyian data suku bunga ini dilakukan demi menjaga stabilitas instrumen utama yang sudah ada.

"Meningkatnya volatilitas biaya pinjaman overnight sejak Mei membuat PBOC memerlukan kendali lebih besar terhadap biaya pinjaman jangka pendek." kata Kepala Ekonom Greater China ING Bank NV, Lynn Song.

Ia memproyeksikan pengumuman suku bunga akan menyusul setelah peran instrumen utama aman.

"Mengingat suku bunga overnight masih menjadi acuan paling likuid dan paling penting dalam aktivitas perdagangan, masuk akal jika pada akhirnya level inilah yang akan dikendalikan oleh pembuat kebijakan," kata Song.

Intervensi langsung ini diharapkan mampu meredam gejolak musiman di pasar uang antarbank.

"Namun, proses tersebut kemungkinan membutuhkan waktu. Kita perlu melihat rekam jejak dan tingkat kematangan fasilitas reverse repo overnight ini serta bagaimana pengaruhnya terhadap suku bunga overnight di pasar sebelum pergeseran tersebut benar-benar terjadi," ujarnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author