PBB Tunda Evakuasi Kapal di Selat Hormuz Akibat Serangan Proyektil

Share

Perserikatan Bangsa-Bangsa menangguhkan upaya evakuasi ratusan kapal di Selat Hormuz setelah sebuah kapal kontainer berbendera Singapura menjadi sasaran serangan proyektil pada Kamis (25/6), seperti dilansir dari Detik Finance. Insiden tersebut menimpa kapal bernama Ever Lovely di wilayah sebelah tenggara pelabuhan Dahit, Oman, saat ketegangan perang Timur Tengah melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran masih berkecamuk. Otoritas Selat Teluk Persia (PGSA) selaku lembaga bentukan Iran yang mengelola kawasan perairan tersebut menyatakan bahwa pelayaran di luar rute resmi tidak akan mendapatkan jaminan keamanan.

"Konsekuensi yang timbul akibat melewati jalur yang tidak sah menjadi tanggung jawab pemilik, operator, dan komandan kapal," tambah PGSA pada X.

Langkah penghentian misi penyelamatan ini langsung diambil oleh Organisasi Maritim Internasional (IMO) demi memastikan keselamatan ribuan pelaut yang terjebak. "Saya telah memutuskan untuk menunda sementara pelaksanaan (rencana evakuasi) guna menegaskan kembali bahwa jaminan keselamatan yang diperlukan tetap berlaku untuk kapal-kapal dalam daftar evakuasi kami dan semua kapal di wilayah tersebut," kata Sekretaris Jenderal IMO Arsenio Dominguez dalam sebuah pernyataan.

Penundaan ini menghentikan sementara inisiatif IMO yang awalnya menargetkan evakuasi bagi 600 kapal dan sekitar 11.000 pelaut melalui jalur aman di perairan Iran serta Oman.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author