Parasit Cyclospora Menyebar di Midwest Amerika Serikat

Share

Sebuah parasit berbahaya bernama Cyclospora kini tengah menyebar di wilayah Midwest Amerika Serikat dan memicu lonjakan kasus diare hebat pada masyarakat setempat, Jumat (10/7/2026). Lonjakan infeksi ini dilansir dari Bloombergtechnoz yang melaporkan bahwa otoritas kesehatan federal Amerika Serikat masih terus menyelidiki sumber utama wabah yang belum dapat dipastikan tersebut. Negara bagian Michigan mencatat jumlah infeksi tertinggi dengan laporan 1.251 kasus cyclosporiasis hingga Kamis, yang menandakan kenaikan sebesar 26 persen dibandingkan hari sebelumnya, terutama di wilayah tenggara.

Sementara itu, wilayah tetangganya yaitu Ohio telah melaporkan lebih dari 360 kasus infeksi, disusul oleh Kota New York yang mencatat 273 infeksi sejak tanggal 1 Mei.

"Ketika kita mendengar ada lebih dari 1.000 kasus, kemungkinan besar jumlah orang yang sebenarnya terinfeksi jauh lebih banyak, hanya saja belum tak diagnosis," kata Daniel Griffin, dokter spesialis penyakit infeksi sekaligus presiden organisasi nirlaba Parasites Without Borders. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyatakan bahwa infeksi mikroba ini terjadi akibat konsumsi makanan atau air yang tercemar parasit, yang biasanya dikaitkan dengan kemangi, daun ketumbar, selada, dan raspberry.

"Diare yang ditimbulkan bisa sangat parah dan berkepanjangan tanpa membaik," ujar Daniel Griffin. Michigan yang biasanya hanya mencatat sekitar 50 kasus per tahun mengalami lonjakan tajam sejak 22 Juni, sehingga gerai waralaba Taco Bell di wilayah tersebut menghentikan sementara penyajian selada sebagai langkah pencegahan.

"Masyarakat tidak tahu makanan apa yang seharusnya mereka hindari," kata Bobbi Pritt, ahli patologi sekaligus mikrobiolog klinis di Mayo Clinic. Sembari mengumpulkan data dari wawancara pasien mengenai toko dan restoran yang dikunjungi, pihak CDC mengonfirmasi bahwa data nasional terakhir pada 16 Juni hanya menunjukkan 145 kasus di 17 negara bagian. "Sangat aman untuk mengatakan bahwa dalam setiap wabah penyakit, jumlah kasus yang dilaporkan hanyalah puncak gunung es," tutur Bobbi Pritt.

Hingga saat ini, lembaga kesehatan federal seperti CDC dan FDA masih terus melakukan penelusuran lebih lanjut guna menemukan asal muasal penularan parasit ini.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author