ParagonCorp dan Corpora Science Kembangkan Riset Multi Omics
Inovasi produk kecantikan global saat ini semakin berfokus pada pendekatan berbasis sains yang disesuaikan dengan karakteristik biologis manusia. Mengikuti perkembangan tersebut, ParagonCorp resmi menjalin kerja sama dengan Corpora Science guna memperkuat penelitian kecantikan berbasis pendekatan multi-omics.
Kolaborasi ini dikukuhkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai bentuk penguatan riset kecantikan berbasis sains di Indonesia. Langkah ini sekaligus melengkapi riset lanjutan ParagonCorp yang telah berjalan sejak 2021 mengenai genomik kulit masyarakat lokal, seperti dilansir dari Detikcom.
Pengembangan pendekatan multi-omics mengintegrasikan berbagai data biologis seperti genomik, metabolomik, proteomik, hingga lipidomik. Integrasi berbagai data tersebut memungkinkan peneliti memetakan interaksi biologis di dalam tubuh secara lebih menyeluruh.
Metode ini dinilai sangat krusial mengingat kondisi kulit tidak hanya dipengaruhi oleh faktor keturunan. Paparan sinar matahari, iklim tropis, kondisi lingkungan, hingga gaya hidup harian turut membentuk karakteristik kulit tiap individu.
Melalui kemitraan ini, kedua pihak memfokuskan kerja sama pada pemanfaatan laboratorium, pertukaran keahlian antarahli, pengembangan metodologi riset, serta penyusunan publikasi ilmiah bersama. Sinergi ini ditujukan untuk membangun ekosistem riset yang lebih kuat di dalam negeri.
CEO ParagonCorp, dr. Sari Chairunnisa, menegaskan pentingnya fondasi ilmiah dalam menciptakan inovasi produk yang bernilai bagi masyarakat.
"Bagi ParagonCorp, kolaborasi ini bukan sekadar penandatanganan kerja sama, melainkan langkah awal membangun ekosistem riset yang semakin kuat di Indonesia. Kami berharap semakin banyak penelitian berkelas dunia dapat lahir dari Indonesia, dimulai dari Yogyakarta. Pengembangan ekosistem riset merupakan bagian dari tanggung jawab kami untuk menghadirkan inovasi yang benar-benar bermanfaat dan relevan bagi masyarakat," ujar dr. Sari dalam keterangannya, Senin (10/8/2026).
Ia memandang peningkatan kapabilitas sains sebagai proses bertahap yang membutuhkan komitmen jangka panjang demi menghasilkan produk yang lebih presisi.
"Perjalanan dari genomik menuju multi-omics mengingatkan kami bahwa membangun ilmu pengetahuan tidak pernah instan. Setiap tahapan riset adalah fondasi yang memungkinkan kita memahami manusia dengan lebih utuh dan menghadirkan inovasi yang semakin berbasis sains, sehingga dapat semakin personalized, precise, dan relevant bagi konsumen," lanjutnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Operasional Corpora Science, Saptogiri, menyampaikan bahwa penggabungan berbagai lapisan data biologis memberi pemahaman mendalam yang tidak bisa dibangun dalam waktu singkat.
"Setiap lapisan data biologis memberikan informasi yang berbeda. Ketika berbagai informasi tersebut mulai dihubungkan, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai proses biologis yang terjadi. Kapabilitas seperti ini tidak dapat dibangun secara instan, tetapi melalui kolaborasi, pertukaran pengetahuan, dan pengembangan metode penelitian yang berkelanjutan," ungkapnya.
Melalui investasi riset yang konsisten, kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas sumber daya manusia serta memperluas jejaring antara sektor industri dan lembaga penelitian nasional.