Pangeran Andrew Kembali Diselidiki Atas Dugaan Kejahatan Seksual dan Korupsi

Share

Kerajaan Inggris kembali diguncang isu miring setelah Pangeran Andrew kembali masuk dalam radar penyelidikan kepolisian. Duke of York tersebut kini diduga terlibat dalam kasus pelanggaran seksual, korupsi, hingga penipuan skala besar.

Seperti dilansir dari Detikcom, laporan koran The Sunday Times menyebutkan adanya insiden yang melibatkan seorang perempuan di Royal Ascot pada tahun 2002 silam. Festival balap kuda bergengsi tersebut dihadiri oleh sejumlah figur penting kerajaan, termasuk Ratu Elizabeth, calon Raja Charles, Pangeran Edward, serta Putri Beatrice.

Detektif dari kepolisian Thames Valley diyakini tengah melakukan investigasi mendalam terkait perkara ini. Pada awal tahun ini, pria yang telah dicopot dari keanggotaan aktif kerajaan itu sempat ditangkap bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-66.

Penangkapan tersebut didasari atas dugaan penyalahgunaan jabatan publik. Adik dari Raja Charles ini dicurigai telah membocorkan informasi rahasia kepada terdakwa kasus kejahatan seksual, Jeffrey Epstein.

Hubungan kedekatan antara Andrew dan Epstein sudah lama tercium publik melalui berbagai bukti yang tersebar luas. Akibat rentetan kontroversi ini, Raja Charles mengambil tindakan tegas dengan mencabut seluruh gelar kehormatan saudaranya tersebut.

Selain kehilangan gelar, Andrew bersama mantan istrinya, Sarah Ferguson, juga didepak dari kediaman resmi mereka di Royal Lodge. Pria yang kini menggunakan nama Andrew Mountbatten-Windsor tersebut sebelumnya juga pernah menghadapi tuntutan berat.

Ia dituduh melakukan pemerkosaan terhadap Virginia Giuffre ketika korban masih berada di bawah umur. Giuffre mengaku menjadi korban perdagangan seks yang diorganisasi oleh Epstein dan rekan dekatnya, Ghislaine Maxwell, meski tuduhan ini dibantah keras oleh pihak Mountbatten-Windsor.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author