Pakar Ungkap Panduan Lengkap Menyusui untuk Ibu Menyusui

Share

Proses memberi asupan ASI pada buah hati kerap memberi tantangan tersendiri bagi para ibu baru. Kurangnya wawasan seputar mengASIhi sering memicu kekhawatiran berlebih saat merawat bayi. Dikutip dari HaiBunda, pemberian ASI eksklusif sangat direkomendasikan oleh WHO pada enam bulan pertama usia bayi.

Nutrisi di dalam ASI mencakup kombinasi lemak, karbohidrat, protein, serta mineral yang ideal bagi tumbuh kembang anak. Pembentukan ASI bermula sejak masa kehamilan akibat pengaruh fluktuasi hormon. Hormon prolaktin merangsang sel alveoli payudara untuk memproduksi susu, yang kemudian dialirkan melalui saluran duktus saat bayi menyusu.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat komponen ASI terdiri dari 87,5 persen air. Tahapan awal berupa kolostrum yang kaya protein, sebelum berganti menjadi ASI transisi dan ASI matang.

Teknik dan Posisi Ideal MengASIhi

Inisiasi menyusui dini dapat dimulai kurun satu jam setelah persalinan demi melatih daya lekat bayi. Kementerian Kesehatan RI menyoroti tiga indikator keefektifan menyusui, yakni posisi tubuh, pelekatan bibir (latch), dan isapan bayi.

Beberapa variasi posisi mengASIhi yang dapat diterapkan antara lain cradle hold, cross-cradle hold, side lying, hingga football hold. Pastikan seluruh area areola bawah masuk ke mulut bayi agar pelekatan tidak terasa nyeri.

Dukungan penuh dari suami juga memegang peranan penting. Suami dapat membantu menyendawakan bayi, memijat, atau sekadar memberi dorongan emosional bagi istri.

Ragam Mitos dan Kondisi Khusus Menyusui

Sejumlah mitos kerap membayangi para busui, seperti kewajiban membersihkan puting sebelum menyusui atau larangan makan pedas. Pakar menegaskan bahwa membersihkan puting secara berlebihan tidak diperlukan karena puting memproduksi bakteri baik secara alami.

Meski mengASIhi sangat dianjurkan, terdapat kondisi tertentu yang melarang ibu menyusui secara langsung. Kondisi tersebut meliputi infeksi HIV tanpa pengobatan, tuberkulosis aktif yang belum diobati, serta terapi radiasi.

Nutrisi Makanan dan Perawatan Kulit Busui

Guna menjaga kualitas ASI dan berat badan bayi, busui disarankan mengonsumsi makanan tinggi vitamin B12, vitamin D, kalsium, dan asam lemak Omega-3. Pilihan bahan pangan seperti pisang, alpukat, ikan salmon, telur, dan kacang almond sangat direkomendasikan.

Dalam hal perawatan wajah, busui tetap diperbolehkan menggunakan produk pembersih dan pelembap. Namun, hindari kandungan retinoid, retinol, hidroquinon, serta salisilat konsentrasi tinggi karena berisiko terserap ke dalam ASI.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author