Sistem Kesehatan Terganggu Pandemi Hambat Diagnosis 55 Ribu Kasus Kanker

Share

Sebanyak 55.000 kasus kanker tidak terdiagnosis di tujuh negara berpendapatan tinggi selama sembilan bulan pertama pandemi Covid-19 akibat penguncian wilayah dan gangguan layanan medis rutin. Fakta tersebut diperoleh berdasarkan hasil kajian International Agency for Research on Cancer di Lyon, Prancis, yang dipublikasikan pada Senin, 1 Juni 2026.

Penelitian berskala besar ini mengolah data dari 2,6 juta pasien yang tersebar di 18 yurisdiksi, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz. Sebanyak 16 persen dari diagnosis kanker yang seharusnya tercatat di Australia, Kanada, Denmark, Irlandia, Selandia Baru, Norwegia, dan Inggris hilang sepanjang April hingga Desember 2020.

Penurunan angka diagnosis paling tajam ditemukan pada kasus kanker prostat yang merosot hingga 24 persen dari estimasi normal. Selanjutnya, kasus kanker payudara pada perempuan serta melanoma masing-masing mengalami penurunan sebesar 18 persen, sedangkan kanker paru-paru dan kanker ovarium tercatat menerima dampak yang lebih ringan.

Studi di The Lancet Oncology ini memperlihatkan perbedaan ketahanan sistem kesehatan antarnegara. Norwegia dan Selandia Baru mencatat penurunan diagnosis yang lebih kecil serta pemulihan yang lebih cepat daripada Inggris dan Irlandia, yang dipengaruhi oleh keberlanjutan layanan skrining.

Pihak peneliti menegaskan bahwa data ini menjadi acuan penting bagi pemerintah di berbagai negara. Evaluasi tersebut diperlukan untuk menyusun sistem perawatan kanker yang lebih tangguh ketika menghadapi situasi darurat kesehatan masyarakat pada masa depan.

"Pemahaman yang lebih mendalam mengenai mengapa beberapa sistem kesehatan mampu bertahan lebih baik terhadap tekanan pandemi Covid-19 dapat memberikan pelajaran berharga untuk kesiapsiagaan menghadapi krisis di masa mendatang," kata Isabelle Soerjomataram, wakil kepala Cabang Surveilans Kanker lembaga tersebut sekaligus penulis senior studi.

Faktor pemicu penurunan diagnosis ini meliputi penghentian sementara program skrining, keterbatasan akses ke layanan kesehatan primer, hingga kecemasan pasien tertular Covid-19 di rumah sakit. Meski dampak langsung stadium lanjut pada 2020 masih terbatas, konsekuensi jangka panjangnya diprediksi tetap membayangkan sektor kesehatan.

Gangguan layanan kanker di Amerika Serikat diperkirakan berkaitan dengan penambahan 17.390 kematian akibat kanker dalam setahun setelah diagnosis sepanjang 2020 dan 2021. Estimasi tersebut sebelumnya telah diterbitkan oleh para peneliti dalam studi terpisah di JAMA Oncology pada Februari lalu.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: kanker kesehatan pandemi
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author