Pakistan Mediasi Perundingan Baru Amerika Serikat dan Iran di Teheran
Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi tiba di Teheran, Iran, pada Sabtu (6/6) untuk memimpin putaran baru perundingan damai atas nama Amerika Serikat. Dilansir dari Detikcom, kunjungan diplomatik ini dilakukan saat Pakistan berupaya memosisikan diri sebagai mediator regional menyusul pecahnya perang antara Amerika Serikat dan Iran.
Kantor berita Tasnim melaporkan bahwa Naqvi dijadwalkan mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi selama berada di Teheran. Selain itu, kantor berita ISNA menyebutkan Naqvi membawa surat dari Panglima Angkatan Darat Pakistan Asim Munir yang ditujukan kepada Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei.
Langkah mediasi ini berjalan di tengah situasi krusial setelah seorang pejabat militer senior Iran memperingatkan konsekuensi berat jika negosiasi dengan Washington menemui jalan buntu. Hubungan kedua negara semakin tegang menyusul tuntutan dari pihak Amerika Serikat yang dinilai terlalu memberatkan oleh pihak Teheran.
"Amerika Serikat menuntut penyerahan diri total dari kita, dan bangsa Iran tidak akan pernah menyerah," kata wakil kepala komando militer pusat Iran, Khatam al-Anbiya, Mohammed Jafar Assadi, seperti dilansir Al Arabiya, Selasa (2/6/2026).
Assadi menegaskan bahwa sikap keras dari Washington dapat memicu kembali konflik bersenjata di wilayah tersebut.
"Tanpa penyerahan diri, perang tidak bisa dihindari," tegas Assadi.
Konflik terbuka yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel sebenarnya telah terhenti sementara sejak awal April melalui gencatan senjata yang diperpanjang oleh Presiden Donald Trump. Perundingan berkala yang dimediasi Pakistan dan Qatar terus berjalan, meskipun laporan dari New York Times dan Axios menyebut Trump baru saja mengirimkan revisi kerangka kerja perdamaian dengan persyaratan yang lebih keras bagi Iran.