Pakar Bantah Rumor Adanya Pil KB Darurat di Dalam Kemasan Test Pack

Share

Beberapa alat tes kehamilan atau test pack diketahui memiliki tablet kecil di dalam kemasannya yang sekilas menyerupai pil KB. Kondisi ini memicu rumor yang menyebutkan bahwa benda tersebut adalah pil KB darurat Plan B yang harus dikonsumsi saat tes.

Dikutip dari HaiBunda, sejumlah pakar kedokteran langsung membantah narasi yang beredar tersebut. Benda kecil yang menyerupai pil itu sama sekali bukan obat pencegah kehamilan.

Melansir dari CBC News, tablet di dalam kemasan test pack merupakan silika pengering yang berfungsi menyerap kelembapan udara. Komponen ini diletakkan untuk menjaga kualitas serta umur simpan dari alat tes tersebut.

Produsen alat tes kehamilan Clearblue juga telah merilis klarifikasi resmi mengenai isu ini. Pihak perusahaan menegaskan bahwa tablet pengering tersebut tidak boleh dikonsumsi oleh siapapun.

"Pil di dalam alat tes kehamilan sebenarnya adalah tablet pengering yang berfungsi untuk menyerap kelembapan. Tablet ini bukan pil pencegah kehamilan setelah berhubungan seks (pil KB darurat) dan tidak boleh dimakan," kata pakar Kiarra King, MD, dikutip dari Parents.

"Penyebaran mitos tentang tes kehamilan menyoroti perlunya informasi yang lebih baik tentang kesehatan reproduksi," sambung Kiarra King, MD.

Alat test pack yang beredar di pasaran memiliki ragam bentuk, mulai dari strip kertas vertikal hingga perangkat plastik digital. Di dalam perangkat tersebut terdapat reagen pengikat hormon hCG, bantalan urine, sensor hasil, baterai, serta tablet pengering.

Secara medis, mengonsumsi tablet pengering tersebut dipastikan tidak akan bisa mencegah kehamilan. Mekanisme pencegahan kehamilan melalui kontrasepsi darurat memiliki prosedur dan kandungan yang sangat berbeda.

Plan B atau yang dikenal sebagai morning pill merupakan kontrasepsi darurat yang diformulasikan untuk mencegah kehamilan setelah berhubungan intim tanpa pelindung. Obat ini bekerja dengan menunda pelepasan sel telur dari indung telur.

Pil kontrasepsi darurat ini menggunakan dosis tunggal levonorgestrel sebesar 1,5 miligram. Jenis obat ini harus diminum secepat mungkin dengan batas waktu maksimal 72 jam setelah kontak seksual.

Berdasarkan informasi dari Web MD, terdapat beberapa kondisi medis yang mendasari seorang wanita perlu menggunakan kontrasepsi darurat Plan B.

Kondisi tersebut meliputi kegagalan alat kontrasepsi utama seperti kondom robek, posisi IUD bergeser, atau lupa mengonsumsi pil KB aktif selama beberapa hari berturut-turut. Metode senggama terputus yang tidak efektif juga menjadi alasan penggunaan obat ini.

Meskipun levonorgestrel dinyatakan aman untuk mayoritas wanita, penggunaannya tetap berpotensi menimbulkan efek samping ringan. Konsultasi dokter sangat disarankan untuk menghindari interaksi obat yang berbahaya.

Beberapa efek samping pascakonsumsi kontrasepsi darurat meliputi mual, muntah, sakit kepala, dan kelelahan fisik. Selain itu, flek atau perubahan pola menstruasi, pusing, serta rasa nyeri pada payudara juga kerap dilaporkan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author