Dua Paduan Suara Indonesia Raih Gelar Juara World Choir Games 2026
Dua kelompok paduan suara asal Indonesia, Vocalista Angels dari Klaten dan Hotumese Choir Universitas Pattimura Ambon, memborong sejumlah medali serta gelar juara dunia pada ajang World Choir Games 2026 di Helsingborg, Swedia, yang berakhir Minggu (16/8/2026).
Vocalista Angels mendulang kemenangan sebagai World Choir Games Champion 2026 kategori Folklore with Accompaniment berkat raihan 94,60 poin, usai sebelumnya mengamankan medali emas serta peringkat keempat kategori Children's Choir. Sementara itu, Hotumese Choir yang menjadi wakil dari Timur Indonesia berhasil membawa pulang medali Gold II pada kategori Pop dan Gold III untuk kategori Gospel.
Pencapaian Vocalista Angels di Swedia menjadi gelar juara dunia ketiga sepanjang keikutsertaan mereka, setelah sebelumnya meraih penghargaan serupa pada edisi 2010 di Tiongkok dan edisi 2012 di Amerika Serikat.
Manajemen Vocalista Angels, Dianingtyas Widhiastuti, menyampaikan porsi keberhasilan timnya dalam keterangan tertulis dari Swedia.
"Kembali membawa nama Indonesia ke panggung internasional, Vocalista Angels berhasil meraih gelar Champion serta Gold Medal dalam dua kategori kompetisi," terang Dianingtyas Widhiastuti.
Ia memaparkan bahwa raihan medali emas pertama disabet pada kategori anak-anak usai membawakan empat lagu Nusantara maupun internasional.
"Membawakan empat lagu, yaitu Cikala Le Pong Pong, The Waters Dance of Lluvia, A Puppet's Dream, dan Yamko Rambe Yamko, Vocalista Angels berhasil meraih Gold Medal. Sehari kemudian, pada 8 Agustus 2026, pencapaian yang lebih tinggi kembali diraih," terang Dianingtyas Widhiastuti.
Dianingtyas menerangkan bahwa raihan juara kategori cerita rakyat didapatkan melalui eksekusi dua repertoar tradisional.
"Penampilan tersebut mengantarkan mereka meraih Champion Folklore Category. Dua prestasi dalam dua hari berturut-turut ini menjadi kebanggaan besar bagi Vocalista Angels, keluarga, masyarakat Klaten, serta Indonesia," papar Dianingtyas Widhiastuti.
Grup asal Jawa Tengah ini menyertakan 28 penyanyi anak yang telah menjalani masa persiapan khusus secara intensif demi memperkenalkan budaya bangsa.
"Tidak hanya menampilkan kemampuan vokal, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui repertoar lagu-lagu Nusantara. Penampilan ini menjadi bukti bahwa talenta dari daerah mampu bersaing dan berprestasi di panggung internasional," sambung Dianingtyas Widhiastuti.
Keberhasilan tersebut juga ditopang oleh koordinasi staf kepelatihan serta jajaran pendukung musikal tim.
"Catharina Advenita Tersiera Rosa selaku pimpinan berperan penting mengarahkan, mendampingi, dan memastikan keberlangsungan kelompok hingga dapat tampil di ajang World Choir Games 2026. Sementara itu, Yason Christy Pranowo sebagai pelatih memiliki peran krusial mempersiapkan aspek musikal, kekompakan, teknik vokal, interpretasi, serta kesiapan para penyanyi dalam menghadapi kompetisi internasional," papar Dianingtyas Widhiastuti.
Manajemen serta pianis pengiring turut mengambil peran vital dalam menyempurnakan performa seluruh anggota kelompok di atas panggung.
"Di atas panggung, Vocalista Angels juga diperkuat oleh Devan Allegreza sebagai pianis, yang berperan penting dalam mendukung dan memperkuat kualitas musikal penampilan. Sinergi antara pimpinan, pelatih, manajemen, pianis, dan 28 penyanyi anak akhirnya menghasilkan pencapaian membanggakan," sebut Dianingtyas Widhiastuti.
Pihak manajemen menegaskan bahwa keberhasilan ini lahir berkat konsistensi serta perjuangan kolektif seluruh anggota.
"Dari Klaten membawa musik dan budaya Indonesia ke panggung dunia. Melalui latihan panjang, kerja keras, disiplin, dan dukungan berbagai pihak, lahirlah prestasi yang menjadi kebanggaan bersama," pungkas Dianingtyas Widhiastuti.
Pendiri sekaligus pembina Vocalista Angels, Catharina Advenita Tersierra Rosa, menyatakan bahwa keikutsertaan tahun ini diwarnai oleh wajah-wajah baru.
"Selama tujuh bulan mereka berlatih, belajar, dan bertumbuh bersama. Hari ini, mereka tidak sekadar mengulang cerita yang pernah ada, tetapi telah menuliskan halaman baru mereka sendiri di panggung dunia," kata Catharina Advenita Tersierra Rosa.
Catharina menyebut keberhasilan anak-anak asuhnya sebagai momentum regenerasi yang membanggakan bagi tim.
"Ini adalah kemenangan generasi baru Vocalista Angels," ujarnya.
Ia menuturkan bahwa pembuktian kapasitas seni daerah di tingkat global telah secara nyata ditunjukkan oleh para penyanyi muda ini.
"Keberhasilan Vocalista Angels di Helsingborg menjadi bukti bahwa prestasi besar dapat lahir dari daerah," ujar Catharina Advenita Tersierra Rosa.
Di sisi lain, anggota Hotumese Choir Universitas Pattimura, Brigita, membagikan pengalamannya selama berlaga dalam ajang internasional tersebut.
“Perjuangan kami bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi juga proses panjang yang kami jalani bersama. Latihan, menjaga stamina, kekompakan, dan saling percaya menjadi bagian penting dari persiapan kami,” kata Brigita.
Brigita mengutarakan rasa syukurnya dapat mewakili almamater serta nama negara di hadapan juri internasional.
“Bisa berdiri di panggung internasional dan membawa nama Universitas Pattimura serta Indonesia adalah pengalaman yang sangat berharga. Kami bersyukur bisa memberikan yang terbaik dan membawa pulang hasil ini,” ujarnya.
Keikutsertaan Hotumese Choir di Helsingborgs Stadsteater dipimpin oleh konduktor Yudi Orlando Lewantaur dengan membawakan lagu God Is Here, Brighter Day, serta He Turned It, yang diiringi pakaian busana motif etnik Maluku.