Pabrik Baterai EV Karawang Siap Diresmikan Presiden Prabowo
Fasilitas manufaktur ekosistem baterai kendaraan listrik (EV) di Karawang, Jawa Barat, telah selesai dibangun dan siap beroperasi penuh. Proyek hilirisasi bernilai investasi mencapai US$5,9 miliar tersebut kini resmi menunggu kepastian jadwal Presiden Prabowo Subianto untuk proses peresmian, dilansir dari Detik Finance pada Senin (3/8/2026).
Pembangunan fasilitas terintegrasi ini melibatkan kemitraan strategis antara BUMN PT Aneka Tambang Tbk (Antam), konsorsium Indonesia Battery Corporation (IBC), serta gabungan perusahaan asal China yakni CATL, Brunp, dan Lygend (CBL).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengonfirmasi kesiapan infrastruktur nasional tersebut di Jakarta.
"Sudah siap diresmikan. Kita tinggal menunggu waktu yang tepat dari Bapak Presiden. Pabriknya sudah jadi," ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (3/8/2026).
Beroperasinya fasilitas baru ini menandai keberadaan dua pabrik ekosistem baterai kendaraan listrik utama yang berdiri di Tanah Air. Bahlil menegaskan pembangunan ini merupakan realisasi konsisten dari program hilirisasi industri yang dicanangkan pemerintah.
"Jadi sudah ada dua pabrik baterai yang kita bangun ya. Satu adalah LG di saat saya masih jadi Menteri Investasi, kan teman-teman ikuti juga kan? Satu adalah CATL di saat saya sudah jadi Menteri ESDM. Ini ini yang disebut dengan hilirisasi yang ekosistem baterainya kita bangun semua di negara kita," kata Bahlil.
Proyek ekosistem baterai nikel di Karawang sebelumnya telah melalui proses peletakan batu pertama (groundbreaking) oleh Presiden Prabowo Subianto pada Juni 2025.
"Hilirisasi khusus untuk hilirisasi nikel, ekosistem baterai mobil yang tahun kemarin di groundbreaking oleh Bapak Presiden Prabowo di Karawang yang punya CATL direncanakan pada semester 1 2026 itu sudah kita resmikan," kata Bahlil dalam konferensi pers Capaian Kinerja Sektor ESDM 2025 di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).