Olahraga Teratur Minimal 150 Menit Seminggu Cegah Penyakit Jantung

Share

Aktivitas fisik secara rutin minimal 150 menit per minggu atau 30 menit setiap hari efektif menjaga kesehatan jantung dan menekan risiko stroke. Langkah pencegahan melalui modifikasi gaya hidup ini menjadi sorotan dalam talkshow kesehatan di Malang pada Kamis (2/7/2026).

Kemajuan teknologi saat ini memicu perubahan gaya hidup masyarakat menjadi kurang bergerak dan mengabaikan aktivitas fisik. Kebiasaan tidak sehat seperti merokok, mengonsumsi alkohol, begadang, hingga pola makan berlebihan berpotensi merusak fungsi organ tubuh.

Dokter Veny menjelaskan bahwa jenis latihan aerobik dengan intensitas ringan hingga sedang sangat dianjurkan untuk masyarakat umum maupun penderita penyakit jantung. Jenis olahraga tersebut meliputi jalan kaki, senam, bersepeda, hingga jogging ringan yang diawali pemanasan dan diakhiri pendinginan.

"Penyakit jantung sebenarnya dapat dicegah melalui perubahan gaya hidup. Salah satu cara yang paling sederhana namun memiliki manfaat besar adalah berolahraga secara teratur," ujar dr. Veny, Kamis (2/7/2026).

Rutin bergerak selama 30 menit sehari mampu menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke hingga 21 persen pada pria dan 29 persen pada wanita. Olahraga juga membantu mengendalikan faktor risiko seperti hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes melitus, obesitas, hingga stres.

"Olahraga bukan hanya membuat tubuh lebih bugar, tetapi juga memperbaiki sirkulasi darah, meningkatkan kadar kolesterol baik atau HDL, serta menjaga fungsi pembuluh darah tetap optimal," jelas dr. Veny.

Upaya membangun budaya aktif bergerak sejak dini juga disuarakan oleh organisasi kesehatan lokal. Komitmen ini penting agar masyarakat tidak hanya berfokus pada pengobatan setelah penyakit muncul.

"Pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan. Kesadaran masyarakat untuk aktif bergerak harus terus ditingkatkan agar angka penyakit jantung dapat ditekan," ungkap Mudjiono Adi, SH, Sekretaris Yayasan Jantung Indonesia Cabang Malang Raya.

Manfaat jangka panjang dari aktivitas fisik ini juga sejalan dengan edukasi kebugaran di lingkup instansi pemerintahan. Coach Wiwie bersama komunitas kebugaran di lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jakarta turut mengampanyekan olahraga sebagai investasi masa depan.

"Melalui olahraga dan kekebersamaan, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat, produktif, dan penuh energi positif," ujar Coach Wiwie, di Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Integrasi olahraga ke dalam rutinitas harian dinilai mampu menjaga kualitas hidup serta mendongkrak produktivitas di era modern. Aktivitas fisik ini terbukti memberikan perlindungan kesehatan yang berkelanjutan.

"Dengan mengintegrasikan olahraga dalam rutinitas harian, masyarakat diharapkan mampu menjaga kesehatan, meningkatkan kualitas hidup, serta tetap produktif dalam menghadapi berbagai tantangan di era modern," pungkas Wiwie.

Dilansir dari Halodoc, tren aktif bergerak sejak pagi hari kini mulai diterapkan oleh banyak warga untuk menghindari gangguan kronis. Pekerja kantoran dan pelajar yang rentan karena terlalu lama duduk mulai menyiasati waktu luang dengan berjalan kaki serta melakukan peregangan di sela aktivitas.

Penelitian dalam Circulation dan American Heart Association mengonfirmasi bahwa olahraga intensitas sedang membantu menurunkan tekanan darah. Selain itu, jurnal The Lancet dan Journal of the American College of Cardiology menekankan pentingnya menghindari rokok, membatasi alkohol, mengelola stres, serta menjaga kualitas tidur demi meminimalkan risiko kardiovaskular.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author