OJK Catat Indeks Saham Tumbuh 10 Persen Pada Juli 2026
Pasar modal Indonesia mencatatkan tren pemulihan kinerja dengan kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan sebesar 10,51 persen sepanjang Juli 2026. Otoritas Jasa Keuangan mengonfirmasi indeks saham berhasil menyentuh posisi 6.236,13 hingga akhir bulan lalu.
Pemulihan ini menandai pembalikan arah dari kuartal II-2026, ketika indeks sempat merosot hingga level 5.643,19 akibat tingginya penyesuaian portofolio investor dan ketidakpastian kondisi global.
Kinerja positif tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dalam konferensi pers hasil rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan pada Senin, 3 Agustus 2026.
"IHSG ditutup pada level 5.643,19 pada akhir triwulan II, terkoreksi 19,93% quarter to quarter seiring tingginya ketidakpastian global dan penyesuaian atau rebalancing portfolio investor. Memasuki bulan Juli 2026, indeks menunjukkan arah pemulihan per 31 Juli 2026 IHSG ditutup pada level 6.236,13 atau menguat 10,51% month to date," kata Friderica Widyasari Dewi.
Pertumbuhan sektor investasi turut ditopang oleh kinerja industri pengelolaan investasi yang terjaga. Nilai aktiva bersih reksa dana per 30 Juli 2026 tercatat mencapai Rp 663,26 triliun, tumbuh 1,59 persen dibandingkan posisi akhir kuartal II sebesar Rp 652,9 triliun.
Selain itu, penghimpunan dana melalui pasar modal per 31 Juli 2026 menembus Rp 113,13 triliun secara year to date. Instrumen efek bersifat utang dan sukuk menjadi penopang utama pendanaan dunia usaha tersebut.
"Terjaganya minat fundraising di pasar modal Indonesia terutama melalui penerbitan efek bersifat utang dan/atau sukuk EBUS senilai Rp 98,27 triliun," kata Friderica Widyasari Dewi.
Meski menunjukkan tren pemulihan bulanan, pergerakan harian IHSG pada Senin, 3 Agustus 2026 ditutup turun tipis 0,03 persen ke level 6.234,49 dengan volume perdagangan mencapai 38,77 miliar saham serta nilai transaksi Rp 14,37 triliun.