Norwegia Tantang Brasil di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Share

Tim nasional Norwegia memastikan tempat di babak 16 besar Piala Dunia 2026 untuk menghadapi Brasil setelah menumbangkan Pantai Gading dengan skor 2-1 pada Selasa waktu setempat, dilansir dari swissinfo.ch. Striker Manchester City, Erling Haaland, menjadi penentu kemenangan tim berjuluk tim dinamit tersebut lewat golnya pada menit ke-86 setelah memanfaatkan umpan silang Patrick Berg. Gol tersebut merupakan torehan ke-60 Haaland dalam 53 pertandingan bersama negaranya, sekaligus gol kelimanya di turnamen ini yang membuatnya hanya terpaut satu gol dari Lionel Messi dalam perburuan Sepatu Emas.

Norwegia unggul lebih dulu melalui gol Antonio Nusa pada menit ke-39, sebelum pemain pengganti Pantai Gading, Amad Diallo, menyamakan kedudukan pada menit ke-74 lewat aksi individu.

Kiper Norwegia, Orjan Nyland, melakukan penyelamatan krusial pada masa injury time dengan menepis tendangan bebas Amad Diallo yang mengarah ke pojok gawang. Di pertandingan lain, Prancis yang mencetak 10 gol di fase grup akan menghadapi tantangan Swedia di babak gugur dengan kembalinya pelatih Didier Deschamps ke bangku cadangan.

Prancis berambisi mencapai final ketiga mereka secara beruntun setelah memenangkan Piala Dunia 2018 dan menjadi runner-up pada edisi 2022. «Volvemos a poner el contador en cero. Suecia no tendrá nada que perder y puede causarnos problemas. Hay confianza, pero no un excesso de confianza, porque sabemos que la calidad del rival va a subir» kata Didier Deschamps, Pelatih Prancis.

Deschamps sempat absen pada laga sebelumnya melawan Norwegia karena berduka atas kematian ibunya, namun ia menegaskan kini siap mendampingi tim kembali sebelum melepas jabatannya usai turnamen. «Estoy bien, estoy aquí. Va bien tener la cabeza ocupada. He retomado mis funciones y todo ha ido bien para la selección francesa en ese tercer partido» tutur Didier Deschamps, Pelatih Prancis. Sementara itu, laga sengit sesama tim Amerika Latin akan tersaji di Stadion Azteca yang mempertemukan tuan rumah Meksiko melawan Ekuador.

Pelatih Meksiko, Javier Aguirre, berharap dukungan penuh dari para suporter tuan rumah untuk memecahkan rekor buruk mereka di fase gugur sejak 1986.

«La afición como nunca es nuestro gran jugador número 12 (…) nos motiva muchísimo» ujar Javier Aguirre, Pelatih Meksiko. Di kubu lawan, pelatih Ekuador asal Argentina, Sebastián Beccacece, mengakui atmosfer legendaris Stadion Azteca akan menjadi tantangan besar bagi skuadnya. «Tienen una gran fortaleza en este estadio mítico, histórico» ucap Sebastián Beccacece, Pelatih Ekuador.

Laga ini sempat diwarnai protes dari Federasi Sepak Bola Ekuador karena suporter Meksiko membuat kebisingan di luar hotel tempat tim menginap guna mengganggu waktu istirahat para pemain.

Menanggapi insiden tersebut, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengimbau masyarakat untuk tetap menghormati tim tamu meskipun kemenangan tim nasional selalu membawa kegembiraan besar.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author