PT Niramas Utama Tbk Rencana Bagikan Dividen Pasca IPO
PT Niramas Utama Tbk (JELI), produsen makanan dan minuman merek Inaco, berencana mengalokasikan dividen tunai tahunan dengan rasio maksimal 30 persen dari laba bersih setelah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), dilansir dari Bloomberg Technoz pada Senin (15/6/2026).
Rencana alokasi hak pemegang saham tersebut dipastikan tetap berjalan secara fleksibel demi menjaga kelangsungan ekspansi korporasi. Kebijakan ini juga bakal diselaraskan terhadap kondisi finansial dan rencana strategis perseroan di masa depan.
"Setelah Penawaran Umum Perdana Saham, perseroan untuk setiap tahunnya berencana membayarkan dividen tunai kepada pemegang saham dengan rasio sebanyak-banyaknya 30% dari laba bersih, setelah penyisihan untuk cadangan wajib dengan tidak mengabaikan tingkat kesehatan perseroan," tulis manajemen PT Niramas Utama Tbk dalam prospektus.
Mekanisme pembagian dividen tersebut nantinya wajib memperoleh persetujuan resmi melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan. Manajemen menetapkan bahwa keputusan akhir akan bergantung pada kinerja riil perusahaan serta rencana pengembangan usaha ke depan.
Sejumlah faktor internal seperti ketersediaan arus kas, pendapatan, proyeksi finansial, kebutuhan modal kerja, belanja modal, prospek usaha, hingga pendorong pertumbuhan bisnis lainnya juga menjadi pertimbangan penting. Walau skema reguler telah dirancang, emiten baru ini memberikan catatan mengenai kepastian realisasinya.
"Tidak ada kepastian apakah Perseroan dapat membagikan dividen dalam setiap periode akuntansi," lanjut manajemen Inaco.
Seluruh jadwal, nominal, beserta jenis metode pembayaran dividen bakal disusun berdasarkan rekomendasi dari direksi. Setelah itu, ketetapan tersebut akan disahkan mengikuti anggaran dasar serta regulasi yang berlaku.
Peluang pembagian dividen interim sebelum tahun buku berakhir juga terbuka lebar oleh emiten berkode saham JELI ini. Kendati demikian, langkah tersebut membutuhkan keputusan direksi yang disetujui dewan komisaris dan didukung kondisi keuangan yang memadai.
“Jika pada akhir tahun buku perseroan mengalami kerugian, maka dividen interim yang telah dibagikan wajib dikembalikan oleh pemegang saham kepada perusahaan,” tutur manajemen Inaco.
Dalam aksi korporasi penawaran umum perdana saham (IPO) ini, Niramas Utama bersiap melepas sebanyak-banyaknya 350 juta saham baru. Jumlah saham yang ditawarkan tersebut setara dengan 25,93 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum.
Perseroan mematok harga penawaran awal pada kisaran Rp900 hingga Rp1.120 per saham, sehingga total dana segar yang berpotensi dihimpun mencapai maksimal Rp392 miliar. Sebesar 51,04 persen dari dana IPO akan dialokasikan sebagai penyertaan modal untuk anak usaha, PT Niramas Pandaan Sejahtera (NPS), guna membeli dan memasang mesin demi menaikkan kapasitas produksi gummy candy serta jelly.
Selanjutnya, sekitar 18,36 persen dana akan dipakai untuk membeli mesin, peralatan produksi, serta fasilitas pendukung demi memperluas kapasitas gudang penyimpanan dan efisiensi logistik. Sekitar 10,63 persen dana akan digunakan membayar sebagian pokok utang jangka pendek ke PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) guna memangkas saldo pinjaman dari Rp94 miliar menjadi Rp54 mliar, sedangkan sisa 19,97 persen dialokasikan sebagai modal kerja.
Masa penawaran awal atau bookbuilding JELI berlangsung mulai 15 Juni hingga 22 Juni 2026. Penawaran umum dijadwalkan pada 1-3 Juli 2026, yang dilanjutkan dengan pencatatan saham perdana di BEI pada 7 Juli 2026.