Benjamin Netanyahu Perintahkan Militer Israel Perluas Operasi Darat di Lebanon

Share

Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah pertempuran darat antara militer Israel dan kelompok Hizbullah kembali pecah di wilayah Lebanon. Situasi ini memanas meskipun kesepakatan gencatan senjata telah diumumkan lebih dari enam pekan yang lalu.

Dilansir dari Detikcom, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan bahwa dirinya telah memerintahkan pasukannya untuk bergerak lebih dalam ke wilayah Lebanon. Langkah ini diambil menyusul eskalasi serangan yang melibatkan kedua belah pihak.

Konflik ini telah menyeret Lebanon ke dalam pusaran perang setelah Hizbullah meluncurkan rentetan roket dan drone ke wilayah Israel. Dampaknya, lebih dari 1,2 juta warga Lebanon terpaksa mengungsi akibat perintah evakuasi dan serangan Israel sejak 2 Maret lalu.

Berdasarkan data dari pemerintah Lebanon, lebih dari 3.370 orang dilaporkan tewas akibat serangan Israel sejak awal Maret. Di sisi lain, Tel Aviv melaporkan 24 tentara dan empat warga sipil mereka tewas, serta puluhan ribu warga Israel utara terpaksa mengungsi.

Dalam operasi militer terbaru, pasukan Israel berhasil merebut Kastil Beaufort, sebuah area perbukitan strategis berusia 900 tahun di Lebanon selatan. Perebutan ini terjadi sehari setelah serangan besar-besaran Hizbullah memicu penutupan sekolah di Israel utara.

"I have instructed (the Israeli military) to expand the ground maneuver in Lebanon," kata Netanyahu dalam pernyataan terbaru pada Minggu (31/5), seperti dilansir Reuters dan Al Arabiya, Senin (1/6/2026).

Sejak gencatan senjata pertengahan April, kedua pihak tetap saling serang. Hizbullah mengandalkan drone kamikaze murah yang sulit dicegat pertahanan udara Israel, yang dilaporkan telah menewaskan beberapa tentara Tel Aviv di Lebanon selatan.

Saat ini, pergerakan militer Israel telah melewati Sungai Litani dan maju ke area Sungai Zaharani yang terletak sekitar 10 kilometer ke utara. Netanyahu menegaskan tindakan ini bertujuan untuk memperluas kendali di wilayah-wilayah yang dikuasai Hizbullah.

Melalui sebuah pernyataan video pasca-merebut Kastil Beaufort yang dilansir AFP, Perdana Menteri Israel tersebut menyampaikan kondisi terkini pasukannya yang dinilai kembali bersatu dan lebih kuat.

"Now, my directive is to deepen and expand our grip in places that were under Hezbollah control. The capture of Beaufort is a dramatic stage and a dramatic change in the policy we are leading," tegasnya.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, secara terpisah membenarkan bahwa pasukannya telah berada di puncak Beaufort untuk mengibarkan bendera Israel. Tempat tersebut akan dipertahankan sebagai bagian dari zona keamanan di Lebanon selatan.

"This campaign is not over. We are all determined to destroy Hezbollah's power," tegas Katz.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author