Negara Terkaya di Timur Tengah Berdasarkan PDB Per Kapita dan Diversifikasi Ekonomi

Share

Timur Tengah dikenal luas sebagai kawasan kaya sumber daya alam, terutama minyak dan gas. Namun, beberapa negara di wilayah ini berhasil membangun perekonomian modern dengan strategi diversifikasi yang kuat, sehingga masuk dalam jajaran negara terkaya di kawasan.

Berdasarkan data IMF dan analisis ekonomi global, lima negara berikut menonjol sebagai yang terkaya di Timur Tengah, dilansir dari HaiBunda.

Qatar memegang posisi teratas dengan PDB per kapita (PPP) mencapai USD121.610 pada April 2025. Negara ini dominan dalam ekspor gas alam dan LNG, yang menjadi tulang punggung pendapatan nasional. Meski mengandalkan sumber daya alam, Qatar juga berinvestasi besar pada infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan untuk masa depan.

Uni Emirat Arab, Diversifikasi Ekonomi yang Kuat

UEA berada di posisi kedua dengan PDB per kapita PPP sekitar USD82.000. Keberhasilan UEA tidak hanya dari minyak, tetapi juga pengembangan sektor non-migas seperti pariwisata, penerbangan, perdagangan, jasa keuangan, dan teknologi. Kebijakan ekonomi yang pro-investasi serta kawasan ekonomi bebas menjadi faktor kunci pertumbuhan ekonomi yang diproyeksikan tumbuh 4,9 persen pada 2025.

Arab Saudi, Transformasi Ekonomi Melalui Vision 2030

Arab Saudi menempati posisi ketiga dengan PDB per kapita PPP sebesar USD61.920. Meski masih mengandalkan minyak, negara ini fokus pada diversifikasi melalui program Vision 2030. Investasi besar diarahkan ke sektor pariwisata, teknologi, energi terbarukan, dan pembangunan proyek-proyek besar seperti NEOM dan The Red Sea.

Kuwait, Pengelolaan Kekayaan Minyak yang Terencana

Kuwait memiliki PDB per kapita PPP sebesar USD50.960. Negara ini mengelola pendapatan minyak melalui Otoritas Investasi Kuwait yang menanamkan modal secara global untuk mengurangi risiko volatilitas. Meski masih bergantung pada minyak, Kuwait berupaya mempercepat diversifikasi ekonomi.

Bahrain, Fokus pada Sektor Non-Migas

Bahrain menonjol dengan pertumbuhan PDB riil 3,3 persen pada kuartal pertama 2024. Sekitar 85,9 persen dari PDB-nya berasal dari sektor non-minyak, menunjukkan keberhasilan model ekonomi yang kurang bergantung pada minyak. Sektor non-migas di Bahrain mencatat pertumbuhan yang stabil dan berkelanjutan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author