Gerakan Nayan Project Gelar Edukasi Buta Warna Anak di Bandung

Share

Gerakan kampanye dan edukasi Nayan Project mengadakan program perdana pemeriksaan serta pemahaman buta warna sejak usia dini di SDN 022 Cicadas, Kota Bandung, pada Senin (22/6/2026). Langkah ini dilakukan untuk merespons rendahnya kesadaran masyarakat Indonesia terhadap pentingnya deteksi dini gangguan penglihatan tersebut.

Inisiatif yang diinisiasi oleh Founder Anak Cerah Indonesia (ACI), Celine Winarta, ini menyasar sekitar 200 peserta yang terdiri atas siswa, guru, dan orang tua. Dilansir dari Detikcom, program ini terwujud melalui kolaborasi antara ACI, RS Mata Pusat Cicendo, dan Panon Mahia Nusa, serta didukung oleh produsen alat tulis Snowman yang membagikan bingkisan kepada anak-anak.

Inspirasi gerakan Nayan Project ini berawal dari pengalaman pribadi Celine yang memiliki teman dengan kondisi gangguan sel kerucut (cone cells) di retina mata sejak kecil. Gerakan ini juga diperkuat setelah ia membaca buku mengenai misteri warna karya Direktur Utama RS Mata Pusat Cicendo.

"Namun, karena terdeteksi sejak dini, kawanku itu dapat hidup normal dan berkembang dengan baik. Maka sejak itu aku tergerak untuk melakukan sesuatu," ujar Celine Winarta, Founder Anak Cerah Indonesia (ACI) dalam keterangannya pada Rabu (24/6/2026).

Melalui program ini, Nayan Project diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi ke provinsi lain di Indonesia. Selain itu, gerakan ini juga bertujuan mendorong BPJS Kesehatan agar bersedia menanggung biaya tes buta warna bagi masyarakat.

Pihak medis mencatat adanya variasi data mengenai prevalensi buta warna di Indonesia, di mana Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) mencatat angka 0,7 persen, sementara sejumlah penelitian lain menemukan angka 2 hingga 5 persen pada populasi usia sekolah.

"Oleh karena itu, orang tua dan guru perlu memahami tanda-tanda awal, seperti anak sering salah menyebut warna, kesulitan mengikuti pelajaran yang menggunakan kode warna, atau mengalami kebingungan saat membaca peta," papar dr. Antonia Kartika, Direktur Utama RS Mata Pusat Cicendo.

Menurut pihak rumah sakit, deteksi yang dilakukan sejak awal bukan untuk membatasi masa depan anak, melainkan agar mereka dapat beradaptasi dan mengembangkan potensi secara optimal.

"Kesadaran sejak usia dini akan membuat anak memahami, buta warna bukanlah kekurangan yang menghalangi prestasi, melainkan kondisi yang dapat dikelola dengan pengetahuan dan strategi yang tepat," tambah dr. Antonia Kartika.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author