Museum MACAN Hadirkan Ruang Seni Anak Beradu Padu Karya Ruth Marbun
Museum MACAN menghadirkan sesuatu yang baru dalam perayaan besarnya tahun ini dengan menampilkan komisi karya dari Ruth Marbun di area ruang seni anak. Eksibisi interaktif yang diberi judul Beradu Padu tersebut mengajak pengunjung untuk terlibat langsung, seperti dilansir dari Detikcom.
Seniman yang berbasis di Jakarta tersebut mengeksplorasi hubungan mendalam antara manusia, material, serta lingkungan di sekitar mereka. Ruang seni anak yang terletak di bagian depan Museum MACAN kini dipenuhi potongan gambar untuk mengajak pengunjung bermain kolase.
Di dalam ruangan, tersedia selotip berwarna biru, merah, dan kuning. Pengunjung kemudian diajak menggantungkan hasil kreasi mereka di area yang telah dipenuhi oleh karya-karya yang terkesan abstrak.
Ruth Marbun mengatakan "Beradu Padu" adalah aktivasi untuk anak di mana konsepnya berangkat sebenarnya dari keresahan bagaimana menavigasi tsunami informasi yang terjadi belakangan ini.
Keresahan tersebut dinilai bukan hanya milik pribadi, melainkan menjadi keresahan bersama yang masih berangkat dari sebuah pertanyaan besar.
"Aku rasa itu juga bukan keresahan aku sendiri tapi bersama. Tapi masih berangkat dari sebatas pertanyaan, gimana ya gitu. Karena aku rasa dari banyak sekali mengonsumsi itu kadang-kadang jadi lupa mengartikulasikan narasi sendiri," katanya saat preview di Museum MACAN, Jumat (12/6/2026).
Aktivitas di dalam ruangan seni ini mengandalkan keterlibatan publik melalui metode pembuatan karya secara kolektif di setiap sudut area.
Ruth Marbun melanjutkan omongannya, "Tapi di sini makanya kalau dilihat banyak ada kolase massal. Jadi kita bermain dengan potongan-potongan kecil yang bisa dicari di setiap pojok ruangan," ungkapnya.
Melalui praktik tersebut, pengunjung diundang merangkai gambar cetak hitam-putih menggunakan selotip berwarna serta benda sehari-hari. Aktivitas ini bertujuan merajut cerita personal ke dalam instalasi modular yang terus berkembang.
Setiap kreasi individu nantinya disatukan dengan karya pengunjung lain menggunakan pengikat kabel. Proses ini secara bertahap mengubah galeri menjadi lanskap kolektif yang hidup.
Eksibisi yang terkesan main-main namun reflektif ini mencerminkan ketertarikan seniman terhadap bentuk ikatan yang tercipta saat narasi individual disatukan menjadi hal besar.
"Bagaimana aku dan kamu tuh bisa jadi menggabungkan dua hal yang berbeda, kemudian menjadi bentuk yang berbeda," tukasnya.
Ruang seni anak Museum MACAN bertajuk Beradu Padu ini masih dapat dikunjungi oleh masyarakat luas.