Tiga Band Metal Indonesia Telantar di Eropa Imbas Promotor Bermasalah
Tiga grup musik metal asal Indonesia, yakni Deadsquad, Jasad, dan Death Vomit, mengalami kendala saat menjalani agenda Cataclysmic Tour 2026 di Eropa. Rombongan yang terdiri dari 16 personel dan kru tersebut sempat telantar akibat pihak promotor, Diablo Productions, dinilai tidak memenuhi kewajibannya, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Permasalahan penyelenggaraan ini berdampak langsung pada pembatalan jadwal pertunjukan mereka di dua kota, yaitu Cork di Irlandia dan London di Inggris.
Melalui pernyataan bersama di media sosial, Deadsquad, Jasad, dan Death Vomit membeberkan kronologi pembatalan konser serta bentuk kendala yang dialami selama tur berlangsung.
"Pernyataan Resmi!
Kami ingin menginformasikan bahwa tour kami bersama Diablo Productions mengalami masalah serius yang mengakibatkan batalnya pertunjukan di Cork (Irlandia) dan London, (Inggris).
Berbagai hal yang telah dijanjikan dan disepakati, termasuk venue, transportasi, akomodasi, dan komunikasi, tidak dipersiapkan dan dijalankan dengan baik.
Salah satu masalah terjadi pada show London, yang akhirnya dibatalkan oleh pihak venue. Pihak venue kemudian menghubungi kami secara langsung melalui Instagram dan menjelaskan bahwa Diablo Productions tidak pernah secara resmi mereservasi atau menyewa venue tersebut. Pihak venue juga menjelaskan bahwa mereka telah berulang kali mencoba menghubungi Diablo melalui email dan telepon untuk mendapatkan konfirmasi, namun tidak mendapatkan respons.
Puncak dari rangkaian masalah ini terjadi setelah pertunjukan kami di Lost Lane, Dublin. Pihak promotor gagal menyediakan akomodasi dan transportasi yang diperlukan untuk perjalanan kami berikutnya, sehingga kami tidak dapat melanjutkan pertunjukan di Cork (Irlandia) dan London (Inggris).
Kami telah berusaha menyelesaikan semuanya secara internal dan tetap kooperatif sepanjang proses ini. Namun, situasi yang terjadi menunjukkan kurangnya persiapan, organisasi, komunikasi, dan profesionalisme yang sangat serius dari pihak promotor.
Dengan berbagai komitmen yang tidak terpenuhi dan kerugian yang kami alami, kami merasa sangat dirugikan dan dikecewakan oleh Diablo Productions.
Kami menyampaikan pernyataan ini sebagai bentuk transparansi, sekaligus sebagai peringatan bagi para pelaku di industri musik, khususnya penggiat extreme music di mana pun berada.
Hal seperti ini dapat terjadi kepada siapa saja, dan kami tidak ingin kejadian serupa terulang kepada teman-teman maupun musisi lainnya.
Besar kekecewaan yang kami rasakan, namun lebih besar semangat kami untuk tetap menuntaskan European Tour ini.
Kami bertiga akan melanjutkan perjalanan mulai 20 Agustus di Eindhoven, Netherlands, dan kota-kota berikutnya bersama DF Bookings, promoter extreme music yang berpengalaman sekaligus sahabat lama kami.
Terima kasih untuk semuanya yang selalu mendukung kita. Semoga apa yang telah dan akan kami jalani membawa manfaat dan keberkahan bagi kita semua.
Terima Kasih."
Saat tertahan di Irlandia, bantuan datang dari warga lokal bernama Ailsa Dempsey yang menampung ke-16 anggota rombongan di kediamannya. Dempsey juga menggalang dana publik melalui platform GoFundMe dengan target sebesar 10.000 euro atau setara Rp170 juta untuk menutup biaya tiket pesawat dan transportasi darat.
Aksi solidaritas turut mengalir dari sejumlah figur publik Indonesia. Komedian Boris Bokir menyerahkan donasi sebesar 1.000 euro atau sekitar Rp20 juta, sementara Omesh menyumbang 200 euro atau Rp4 juta. Selain itu, publik dapat memberikan dukungan keuangan melalui pembelian merchandise resmi kolaborasi ketiga band yang dijual khusus selama Cataclysmic Tour.
Saat ini, kelanjutan rangkaian tur Deadsquad, Jasad, dan Death Vomit telah ditangani oleh pihak promotor baru, DF Bookings, dengan agenda penampilan berikutnya di Eindhoven, Belanda, pada 20 Agustus 2026.