Muhammad Iqbal Raih Penghargaan Gol Terbaik BRI Super League

Share

Gelandang PSIM Yogyakarta, Muhammad Iqbal, dinobatkan sebagai pencetak gol terbaik BRI Super League 2025/2026 setelah mencetak gol salto saat melawan Madura United pada Sabtu (17/5/2026), seperti dilansir dari Bola.

Pemain berusia 25 tahun tersebut berhak membawa pulang hadiah uang tunai senilai Rp150 juta atas pencapaian individu tersebut. Aksi tendangan salto keras memanfaatkan umpan silang Yusaku Yamadera di Stadion Sultan Agung ini berhasil mengungguli nominasi gol milik Hokky Caraka dan Rendy Sanjaya.

Gelar ini menjadi pembuktian bagi Iqbal setelah sempat minim mendapatkan menit bermain pada awal musim sebelum akhirnya dipercaya oleh pelatih Jean-Paul van Gastel. Secara keseluruhan, pemain yang direkrut pada 1 Juli 2025 ini membukukan 13 penampilan dengan kontribusi satu gol dan dua assist.

"Alhamdulillah berkat doa dan kerja keras serta kesabaran selama ini akhirnya bisa mendapatkan gelar tersebut," ujar Iqbal pada Sabtu (23/5/2026).

Mantan pemain Persebaya Surabaya ini mengaku tidak menduga bisa mendapatkan penghargaan bergengsi tersebut, meskipun dirinya sudah sering melatih skema gol tersebut dalam sesi latihan tim.

"Iya ini rezeki saya dan tentu enggak menyangka juga sebenarnya. Tetapi dalam latihan saya sudah sering mencoba juga yang gol itu," ungkap Iqbal.

Setelah menutup kompetisi musim ini dengan catatan manis, pemain bernomor punggung 6 di skuad Laskar Mataram tersebut langsung membidik target yang lebih tinggi untuk karier sepak bolanya.

"Harapan untuk musim depan InsyaAllah bisa mendapat menit bermain lebih banyak lagi dan tembus ke Timnas Indonesia," kata Iqbal.

Masa depan eks pemain Timnas Indonesia U-23 ini bersama PSIM Yogyakarta masih dalam tahap pembicaraan karena kontrak kerja samanya akan segera habis pada akhir musim ini.

"Saat ini masih dalam negosiasi karena kontrak saya berakhir di musim ini. Ya, kalau saya secara pribadi musim depan masih ingin bermain untuk PSIM Jogja," imbuh Iqbal.

Performa apik Iqbal pada akhir musim mendapatkan apresiasi positif dari juru taktik PSIM Yogyakarta asal Belanda, Jean-Paul van Gastel, yang memuji kegigihan anak asuhnya tersebut.

"Saya sangat senang dengan Iqbal karena dia sempat memulai dengan lambat, tetapi perlahan dia memahami apa yang saya harapkan darinya," puji Jean-Paul van Gastel.

Pelatih berkebangsaan Belanda tersebut menambahkan bahwa konsistensi dan perjuangan keras yang ditunjukkan oleh Iqbal dalam sesi latihan menjadi alasan utama sang pemain mendapatkan kesempatan tampil lebih banyak.

"Apa yang saya kagumi dari dia adalah dia terus berjuang. Itulah mengapa saya rasa di pertandingan-pertandingan terakhir ini dia bermain lebih banyak dan saya pikir dia layak mendapatkannya," sambung Jean-Paul van Gastel.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author