MSCI Turunkan Kelas Saham CPIN dan Depak GOTO dari Indeks Global
Restrukturisasi portofolio dilakukan oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) melalui pengumuman August 2026 Index Review pada Kamis (13/8/2026) dini hari WIB. Dalam penyesuaian ini, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) mengalami penurunan kelas dari MSCI Global Standard Indexes ke MSCI Global Small Cap Indexes.
Selain pergeseran posisi CPIN, penyedia indeks global tersebut turut mendepak PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dari MSCI Indonesia Investable Market Index (IMI). Langkah penyesuaian ini dijadwalkan berlaku efektif mulai 1 September 2026 setelah penutupan perdagangan pada 31 Agustus 2026.
Keputusan menurunkan segmen saham emiten unggas CPIN ke kategori Small Cap sejalan dengan proyeksi pasar. Penurunan harga saham yang signifikan dalam beberapa bulan terakhir berdampak pada penurunan nilai kapitalisasi pasar yang disesuaikan dengan faktor inklusi asing.
"Penyebab utamanya adalah penurunan harga saham secara signifikan sejak review Mei sehingga kapitalisasi pasar yang disesuaikan free float (FIF-adjusted market cap) turun di bawah ambang batas indeks Standard," kata Nafan, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M Nafan Aji Gusta.
Data perdagangan pasar saham mencatat harga CPIN menguat 1,61 persen ke level Rp3.150 pada Rabu (12/8/2026). Meski demikian, pergerakan harga saham perseroan masih mencatatkan penurunan sebesar 21,84 persen dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.
Sementara itu, MSCI menerapkan perlakuan khusus terhadap penghapusan GOTO dengan menggunakan harga sistem terendah yaitu 0,00001 dalam mata uang saham. Langkah ini diambil guna mengatasi kendala potensi replikasi indeks akibat tingkat likuiditas saham yang sangat rendah di Bursa Efek Indonesia.
Selain pengeluaran GOTO dan pemindahan status CPIN, MSCI mencoret sembilan emiten Indonesia lainnya dari segmen Small Cap. Daftar emiten tersebut meliputi PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT MD Entertainment Tbk (FILM), dan PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL).
Empat emiten lain yang turut dikeluarkan dari MSCI Global Small Cap Indexes yakni PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG), PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), serta PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI).
Keluarnya sembilan emiten dan masuknya CPIN membuat perubahan bersih pada segmen Small Cap Indonesia berkurang delapan konstituen. Keputusan penghapusan GOTO murni merupakan evaluasi tingkat saham dan bukan bentuk penurunan status pasar modal Indonesia menjadi Frontier Market.