MRT Jakarta Bangun Jembatan Donat Dukuh Atas dengan Dana Rp 300 Miliar
PT MRT Jakarta menyiapkan anggaran Rp 300 miliar untuk membangun Fasilitas Pejalan Kaki yang dikenal sebagai Jembatan 'Donat' Dukuh Atas, sebagai bagian dari pengembangan Transit Oriented Development (TOD) di kawasan tersebut, dilansir dari Detik Finance.
Proyek ini menggunakan struktur baja dengan diameter 100 meter dan ketinggian sekitar 8 meter dari Jalan Sudirman, memastikan ruang aman untuk akses pemadam kebakaran. Tender proyek sudah diumumkan dan ditargetkan dimulai November 2026 serta selesai akhir 2028.
Agus Trihan, Advisor Program Management Office Division MRT Jakarta, menjelaskan, "Ini lagi tender ya, tapi kita umumkan kemarin roughly Rp 300 miliar."
Pedestrian Deck ini akan menghubungkan enam moda transportasi, termasuk MRT, LRT, Transjakarta, kereta bandara, dan KRL, sehingga dapat menghemat waktu perjalanan antarmoda hingga 2-3 menit, bahkan sampai 5 menit khususnya dari Landmark Tower ke Shangri-La.
Agus menambahkan, "Kalau dari titik antarmoda ini sebenarnya yang ada penghematan sekitar 2-3 menit. Tapi yang paling signifikan adalah dari sisi Landmark mau ke Shangri-La. Sekarang ini yang paling kacau karena dia harus dari bawah mulai ke atas, ke selatan, baru kesini lagi, baru bisa ke sini kan. Itu saya rasa bisa menghemat sekitar 4-5 menit."
Sagita Devi, Kepala TOD Planning Department MRT Jakarta, menyatakan bahwa pendanaan proyek sepenuhnya berasal dari investasi MRT Jakarta tanpa menggunakan APBD. "Untuk pendanaannya sendiri ini akan by MRT jadi tidak menggunakan pembiayaan APBD ya. Jadi untuk saat ini 50% sih kita masih akan menggunakan investasi MRT, 50% lagi mungkin kita sedang dalam, sebagian akan menggunakan dana MRT, sebagian kita sedang rencananya akan menggunakan loan gitu," ujar Sagita.
Agus juga memastikan pembangunan ini tidak akan berdampak pada keberadaan Patung Sudirman yang sempat menjadi isu pembongkaran. "Dulu kan sempat ada rumor-rumor Patung Sudirman mau dibongkar. Justru kita sekarang membuat, kalau istilah architect yang keren itu 'ruang bernafas', jadi bisa menikmati Patung Sudirman (dari dalam Pedestrian Deck)," tuturnya.