Antonio Mohamed Sebut Toluca Favorit Juara Piala Juara Concacaf

Share

Pelatih Toluca Antonio Mohamed menyatakan bahwa timnya menjadi favorit untuk mengalahkan Tigres UANL dalam pertandingan final Piala Juara Concacaf 2026 yang berlangsung di Stadion Nemesio Diez pada Sabtu, 30 Mei 2026.

Faktor bermain di kandang sendiri yang berada di ketinggian lebih dari 2.600 meter di atas permukaan laut menjadi alasan utama Toluca diunggulkan atas rival sesama klub Meksiko tersebut.

Laga ini merupakan final keenam sepanjang sejarah Toluca dalam turnamen wilayah tersebut, setelah sebelumnya meraih trofi pada 1968 dan 2003, serta menjadi runner-up pada 1998, 2006, dan 2014.

Dilansir dari si.com dan lared1061.com, atmosfer menjelang pertandingan sudah terasa hangat di luar stadion sejak sebelum peluit pertama dibunyikan, mempertemukan basis suporter dari kedua kubu dengan fokus pembahasan yang berbeda.

Bagi pendukung tuan rumah, pembicaraan berpusat pada warisan kepelatihan Antonio Mohamed yang sukses mempersembahkan gelar juara Liga MX setelah penantian 15 tahun, meski saat ini dihadapkan pada klausul kontrak penyelesaian awal musim panas.

"El ‘Turco’ un gran técnico y hoy nos va a dar la Concacaf" kata Alexis, suporter berusia 24 tahun.

Sebagian besar fans sepakat dengan performa Mohamed, termasuk mengenai keputusan klub memprioritaskan turnamen internasional ini demi tiket menuju Piala Dunia Antarklub meskipun harus mengorbankan kompetisi liga domestik.

"Definitivamente debe quedarse sí o sí. Nos dio el bicampeonato y hoy nos dará la Conca" tambah Alexis saat ditanya terkait masa depan sang pelatih.

Meskipun skuad tidak diperkuat Alexis Vega dan Jesus Gallardo yang sedang dipanggil Tim Nasional Meksiko untuk persiapan Piala Dunia, keyakinan para pendukung tidak goyah karena kedalaman komposisi tim dinilai memadai.

"Debimos ir por el tricampeonato, pero bueno, hoy tenemos que ir por el campeonato de la Concacaf" aku Alexis.

Di sisi lain, terdapat suporter yang menilai pencapaian Mohamed bersama klub berjuluk Diablos Rojos ini sudah berada di titik puncaknya.

"Estuvo bien priorizar la Conca, nos da el boleto al Mundial de Clubes" ujar Tali, suporter berusia 24 tahun.

Tali menambahkan bahwa timnya tetap memiliki skema permainan yang baik meskipun tanpa kehadiran pilar penting di lapangan.

"Se va a extrañar, pero el equipo también sabe jugar sin él" tutur Tali mengenai absennya Vega.

Pendukung Toluca lainnya melihat situasi penentuan ini dengan pandangan realistis mengenai kualitas kompetisi yang mereka hadapi.

"Había equipo para ganar los dos torneos, pero lo decidieron así, ellos son los que saben. Nos falta un trofeo internacional" jelas Christian, suporter berusia 32 tahun.

Ia meyakini pemain pengganti memiliki kemampuan setara untuk mengisi kekosongan posisi pemain yang absen.

"Son piezas clave, pero hay piezas que tienen calidad" kata Christian.

Sementara itu, opini berbeda berkembang di kalangan suporter lawan yang menganggap pertandingan ini sebagai momen perpisahan potensial bagi penyerang legendaris mereka, Andre-Pierre Gignac, yang telah membela Tigres sejak 2015.

"Gignac es lo máximo que ha llegado al equipo en toda su historia. No hay otro mejor" tegas Gabriel, seorang pendukung yang melakukan perjalanan dari Monterrey.

Gabriel menambahkan bahwa kontribusi pemain asal Prancis tersebut sudah sangat masif lewat raihan lima gelar Liga MX dan satu Piala Juara Concacaf.

"Se debería retirar hoy si sale campeón. Ya dio todo lo que tenía que dar. Debe quedarse como directivo" ucap Gabriel.

Wacana pensiun di dalam klub Tigres menjadi aspirasi utama karena para pendukung enggan melihat sang penyerang menggunakan seragam klub Meksiko lainnya.

"Cuando le dieron su despedida pensé que era su último partido y ahora está respondiendo. Se debería retirar en Tigres si somos campeones" kenang Mario, pendukung berusia 25 tahun.

Mayoritas suporter menganggap kepindahan ke klub lokal lain sebagai hal yang tidak ideal bagi penutupan karier sang legenda.

"No veo con otra playera. Si ya no es Tigres, se debe retirar del futbol" kata Mario.

Tingkat kebugaran fisik juga menjadi pertimbangan mengapa momen final ini dinilai menjadi waktu yang tepat untuk mengakhiri karier profesional.

"Fue una carrera estupenda, ejemplo de entrega, pasión y amor a un club. Ojalá sea hoy con un campeonato porque las piernas pesan" harap Erika.

Di ruang konferensi pers, Antonio Mohamed menegaskan kesiapan taktis timnya dan menyebut status unggulan tidak menjadi beban mental.

"El equipo conserva esa voracidad de victoria, sabemos que no será sencillo ante un rival difícil, pero tenemos la ventaja de jugar de local, por eso somos favoritos sobre ellos. Va a ser una final muy cerrada en la que los detalles marcarán la diferencia" kata Antonio Mohamed, Pelatih Toluca.

Pelatih asal Argentina tersebut menggarisbawahi bahwa skuadnya didorong oleh motivasi besar untuk mencetak sejarah baru.

"No manejamos presión, manejamos ilusión y sueños. La presión te paraliza y nosotros debemos disfrutar cada partido, pero estamos preparados para todo. Puede que no ganemos, es fútbol y puede pasar, pero queremos triunfar, es una gran ilusión" tutur Antonio Mohamed, Pelatih Toluca.

Ia memprediksi pertandingan berjalan dengan tingkat kewaspadaan tinggi dari kedua kesebelasan guna meminimalisasi kesalahan sekecil apa pun.

"Va a ser un juego de mucho estudio porque cualquier error puede inclinar la balanza. Tigres es un equipo complicado, pero nuestro objetivo es terminar las jugadas y ser contundentes, vamos a ir por el resultado, no vamos a traicionar nuestra idea" terang Antonio Mohamed, Pelatih Toluca.

Mohamed juga mengapresiasi dukungan emosional dari para suporter selama ia menukangi klub tersebut.

"Es reconfortante el cariño que me tiene la afición. Cuando llegué a este equipo el objetivo era entrar en la historia y lo hicimos con los títulos de liga, ahora esperemos mañana ganar esta copa para ser recordado por siempre" harap Antonio Mohamed, Pelatih Toluca.

Penyerang Toluca, Paulinho, turut menyuarakan urgensi pentingnya meraih kemenangan tanpa harus terbebani oleh catatan sejarah masa lalu.

"No podemos ir con una carga emocional de que este trofeo no se gana desde el 2003. Sabemos que para este equipo es muy importante porque nos da la oportunidad de jugar el Mundial de Clubes, es algo que nos da mucha ilusión para ganar" tandas Paulinho, Striker Toluca.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author