Mohamed Salah Kritik Penampilan Liverpool Setelah Kekalahan dari Aston Villa
Penyerang Liverpool Mohamed Salah melontarkan kritik tajam terhadap performa timnya setelah menderita kekalahan 2-4 dari Aston Villa dalam laga Premier League di Villa Park pada Sabtu (16/5/2026) dini hari WIB, seperti dilansir dari Bola.
Hasil negatif tersebut membuat langkah skuad asuhan Arne Slot tertahan di peringkat kelima klasemen sementara Liga Inggris. Liverpool juga gagal mengamankan tiket menuju kompetisi Liga Champions musim depan lebih awal akibat kekalahan ini.
Kekecewaan mendalam dirasakan oleh Mohamed Salah yang menilai performa tim saat ini sudah kehilangan identitas agresif yang selama ini melekat. Pemain asal Mesir tersebut menumpahkan keluh kesahnya melalui sebuah tulisan di media sosial X.
"Saya menyaksikan klub ini berubah dari yang diragukan menjadi penuh keyakinan, lalu dari penuh keyakinan menjadi juara. Semua itu terjadi karena kerja keras dan saya selalu melakukan segala yang saya bisa untuk membantu klub mencapai titik itu. Tidak ada yang membuat saya lebih bangga daripada hal tersebut," tulis Salah.
Kekalahan demi kekalahan yang didapat sepanjang musim ini dirasa sangat menyakitkan bagi sang penyerang. Menurut dia, hasil buruk tersebut sama sekali tidak mencerminkan standar tinggi yang dimiliki oleh klub sebesar Liverpool.
"Melihat kami kembali runtuh dalam kekalahan musim ini terasa sangat menyakitkan dan bukan sesuatu yang pantas diterima para suporter," ucap Salah.
Pemain berusia 33 tahun itu kemudian mendesak agar tim berjuluk The Reds tersebut segera mengembalikan taktik menyerang dengan intensitas tinggi di bawah arahan pelatih baru. Karakter permainan itu dinilai menjadi hal mendasar yang tidak bisa ditawar lagi.
"Saya ingin melihat Liverpool kembali menjadi tim menyerang bergaya heavy metal yang ditakuti lawan dan kembali menjadi tim yang memenangkan trofi. Itulah sepak bola yang saya pahami dan identitas yang harus dikembalikan serta dipertahankan," ujar Salah.
Identitas agresif di lapangan hijau dipandang sebagai kewajiban bagi seluruh elemen tim. Setiap sosok baru yang bergabung dengan Liverpool dituntut untuk segera menyesuaikan diri dengan karakter permainan tersebut.
"Hal itu tidak bisa ditawar. Siapa pun yang datang ke klub ini harus beradaptasi dengan identitas tersebut," lanjut Salah.
Mantan pemain AS Roma ini juga memberikan penegasan bahwa kepuasan tidak boleh diraih hanya dengan memenangi laga-laga biasa. Fokus utama klub seharusnya adalah konsistensi untuk bersaing memperebutkan gelar juara di setiap kompetisi.
"Memenangi beberapa pertandingan saja bukan standar Liverpool. Semua tim bisa menang pertandingan," katanya.
Meski telah dipastikan bakal meninggalkan Anfield pada penghujung musim setelah masa bakti selama sembilan tahun, Salah menegaskan komitmen emosionalnya tidak akan pudar. Ia tetap berharap klub terus meraih kesuksesan di masa depan.
"Liverpool akan selalu menjadi klub yang sangat berarti bagi saya dan keluarga saya. Saya ingin melihat klub ini terus sukses bahkan setelah saya pergi," ujar Salah.
Saat ini, sisa tenaga dan fokus sang pemain akan dicurahkan sepenuhnya untuk mengamankan posisi empat besar. Target lolos ke kompetisi tertinggi antarklub Eropa menjadi harga mati yang harus dicapai sebelum dirinya hengkang.
"Seperti yang selalu saya katakan, lolos ke Liga Champions musim depan adalah target minimum dan saya akan melakukan segala cara untuk mewujudkannya," tegas Salah.