Mitra Adiperkasa Catat Pertumbuhan Laba dan Pendapatan Semester I-2026

Share

PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) bersama anak usahanya PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) membukukan pertumbuhan laba bersih dan pendapatan pada semester pertama 2026, didorong oleh meningkatnya aktivitas belanja masyarakat setelah periode Lebaran, dilansir dari laporan keuangan masing-masing perusahaan.

MAPI mencatat pendapatan bersih sebesar Rp24,2 triliun, naik 23,4% secara tahunan, dengan laba bersih meningkat 26,9% menjadi Rp1,5 triliun pada semester I-2026. Pada kuartal II, pendapatan bersih MAPI tumbuh 15,5% menjadi Rp11,9 triliun, sementara laba bersih naik 19,4% menjadi Rp690 miliar.

Anak usaha MAPI, MAPA, yang fokus pada segmen sports, kids, dan leisure, juga mencatatkan kenaikan kinerja signifikan. Pendapatan bersih MAPA semester I-2026 meningkat 15,1% menjadi Rp10,1 triliun, dan laba bersih melonjak 32% menjadi Rp865 miliar. Pada kuartal II, pendapatan bersih MAPA naik 15,5% menjadi Rp5,2 triliun disertai laba bersih yang tumbuh 23,9% menjadi Rp392 miliar.

Ratih D. Gianda, VP Investor Relations, Corporate Communications and Sustainability MAP Group, menjelaskan bahwa kinerja kuartal II menunjukkan daya tahan bisnis meski permintaan sempat normalisasi pasca-Lebaran.

"MAP kembali mencatat kinerja yang resilien pada kuartal kedua tahun ini. Meskipun permintaan pelanggan mengalami normalisasi setelah periode Lebaran, customer traffic kembali meningkat sepanjang bulan Mei dan Juni, didukung oleh rangkaian libur panjang serta periode libur sekolah. Hal ini mencerminkan kekuatan portofolio MAP yang terdiversifikasi serta brand-brand kami yang tetap relevan dengan kebutuhan pelanggan," ujar Ratih.

Selain itu, menurut analis Indo Premier Sekuritas Andrianto Saputra dan Nicholas Bryan, laba bersih MAPI semester I 2026 sejalan dengan estimasi konsensus, sementara pendapatan bahkan melampaui proyeksi mereka dan pasar.

"Pertumbuhan pendapatan semester I sebesar 23,5% secara tahunan berada di atas panduan manajemen yang menargetkan pertumbuhan penjualan hanya pada kisaran high single digit sepanjang 2026," kata Andrianto dan Nicholas dalam riset mereka.

Mereka juga menyatakan bahwa peningkatan pendapatan kuartal II didorong oleh segmen specialty yang tumbuh 16,7% secara tahunan, dengan bisnis active dan non-active masing-masing naik 15,5% dan 17,9%. Segmen makanan dan minuman juga mulai menunjukkan pemulihan dengan pertumbuhan penjualan 7,9%, berbalik dari penurunan 4,4% pada kuartal II tahun sebelumnya.

Indo Premier Sekuritas menilai ekspansi margin bisnis active di MAPA turut menopang profitabilitas MAPI, mengimbangi sebagian pelemahan pada bisnis department store. Mereka tetap mempertahankan rekomendasi beli untuk saham MAPI dengan target harga Rp1.600 per saham.

Ratih menambahkan bahwa di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global, MAP Group akan fokus memperkuat kapabilitas omnichannel, menjaga disiplin operasional, dan memprioritaskan kategori produk yang memiliki potensi pertumbuhan terbaik untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi pemangku kepentingan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author