Dokter Ungkap Kebenaran Mitos Ngidam Makanan Jadi Tanda Hamil Anak Laki-laki

Share

Banyak ibu hamil mempercayai bahwa jenis ngidam makanan tertentu dapat menandakan gender bayi yang dikandung. Mitos lama menyebutkan, keinginan mengonsumsi makanan asin, gurih, atau tinggi protein menjadi indikasi kuat hamil anak laki-laki.

Sebaliknya, ibu hamil yang lebih menyukai makanan manis sering kali dikaitkan dengan mengandung anak perempuan. Namun, benarkah jenis kelamin janin dapat ditebak melalui makanan yang diidamkan?

Dilansir dari HaiBunda, Dr. Priya Patel, seorang dokter spesialis kebidanan dan ginekologi yang bersertifikasi ABOG, memberikan penjelasan ilmiah terkait fenomena ini. Menurutnya, belum ada penelitian konklusif mengenai ngidam makanan sebagai prediktor akurat jenis kelamin.

Patel menjelaskan bahwa keinginan kuat terhadap makanan tertentu selama masa kehamilan kemungkinan besar berkaitan erat dengan perubahan kebutuhan nutrisi tubuh.

"Pada saat pembuahan, bayi mendapatkan 23 kromosom dari masing-masing orang tuanya. Bersamaan dengan jenis kelamin, hal-hal seperti warna mata, warna rambut, dan bahkan kecerdasan sudah ditentukan," jelas Patel dilansir dari Healthline.

Lebih lanjut, Patel memaparkan bahwa alat kelamin bayi baru mulai berkembang sekitar minggu ke-11 kehamilan. Namun, orang tua biasanya baru bisa mengetahui jenis kelamin tersebut beberapa minggu setelahnya melalui pemeriksaan USG.

Sebelum teknologi medis berkembang untuk menentukan jenis kelamin janin, masyarakat menggunakan berbagai mitos sebagai sarana hiburan. Walau beberapa orang tua mengaku tebakannya benar, para ahli menyatakan peluang kebenaran mitos tersebut hanya 50-50.

1. Mengonumsi Makanan Asin dan Gurih

Keinginan menyantap keripik kentang, acar, mi instan, hingga makanan berempah sering diklaim sebagai tanda hamil anak laki-laki. Melansir The Bump, para ahli belum mengetahui penyebab pasti ngidam, tetapi kondisi ini diduga kuat dipengaruhi oleh perubahan hormonal, kebutuhan nutrisi, serta kondisi emosional.

2. Intensitas Mual yang Lebih Ringan

Patel menyebutkan adanya anggapan bahwa ibu yang mengandung anak laki-laki cenderung mengalami morning sickness yang lebih ringan. Namun pada faktanya, tingkat mual dipengaruhi banyak faktor termasuk hormon kehamilan, sehingga hasilnya tidak konsisten dan tidak bisa menjadi patokan pasti.

3. Mengidam Daging atau Hidangan Tinggi Protein

Anggapan lain yang beredar adalah ibu hamil anak laki-laki lebih sering menginginkan daging merah atau telur. Secara medis, kondisi ini muncul murni karena tubuh memerlukan tambahan zat besi serta protein selama masa kehamilan, bukan karena gender janin.

Penyebab Ibu Hamil Mengalami Ngidam

Ngidam merupakan kondisi umum yang dialami oleh sekitar 50 hingga 90 persen ibu hamil. Mengutip Parents, hingga kini belum ada bukti ilmiah yang memvalidasi hubungan antara ngidam makanan asin atau manis dengan jenis kelamin bayi.

Para ahli menduga kuat bahwa fase ngidam ini dipicu oleh beberapa faktor biologis dan lingkungan, antara lain:

  • Perubahan hormon kehamilan
  • Perubahan pada indra penciuman serta perasa
  • Kebutuhan nutrisi tubuh yang meningkat
  • Faktor emosional dan budaya setempat

Metode Akurat Mengetahui Jenis Kelamin Bayi

Cara paling akurat untuk mengidentifikasi jenis kelamin janin adalah melalui pemeriksaan medis, seperti Ultrasonografi (USG). Pemeriksaan ini efektif membantu mendeteksi gender bayi saat usia kehamilan mencapai 18 hingga 20 minggu.

Selain USG, ibu hamil juga dapat memilih skrining DNA bebas sel (cfDNA) prenatal atau Non-Invasive Prenatal Testing (NIPT). Tes genetik opsional ini sudah bisa dilakukan sejak usia kehamilan 10 minggu dengan memeriksa DNA janin yang terdapat dalam darah ibu.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author