Minyak Zaitun Bermanfaat Menjaga Jantung dan Menurunkan Kolesterol
Konsumsi satu sendok makan minyak zaitun sebelum tidur malam disarankan untuk meningkatkan kesehatan organ jantung dan mengendalikan kadar kolesterol tubuh. Kebiasaan ini dipandang menjadi solusi sehat di tengah maraknya kekhawatiran akibat penggunaan minyak goreng secara berulang.
Praktisi kesehatan dr Zaidul Akbar menjelaskan bahwa tidak semua jenis minyak memberikan dampak buruk bagi kesehatan manusia. Varian minyak tertentu seperti minyak zaitun justru kaya akan kandungan asam lemak tak jenuh tunggal atau monounsaturated fatty acid (MUFA).
"Salah satu minyak terbaik yang bisa digunakan untuk meningkatkan fungsi jantung, mengatasi kolesterol," kata dr Zaidul Akbar pada tayangan YouTube dr Zaidul Akbar Official.
Penggunaan minyak zaitun dalam porsi kecil menjelang tidur dianggap memiliki dampak besar bagi perlindungan tubuh. Selain sebelum tidur, konsumsi minyak ini juga direkomendasikan saat pagi hari ketika baru bangun atau ketika menyantap hidangan sahur.
"Minyak zaitun ini baru sains ternyata menjelaskan dia mengandung yang namanya MUFA, monounsaturated fatty acid," ujar dr Zaidul Akbar.
Anjuran rutin mengonsumsi minyak zaitun secara langsung bertujuan untuk memastikan kualitas lemak yang masuk ke dalam tubuh tetap terjaga aman.
"Ketika malam mau tidur, minumlah zaitun satu sendok makan," kata dr Zaidul Akbar.
Selain menjaga fungsi jantung, minyak zaitun juga menyimpan berbagai khasiat medis lain menurut sejumlah penelitian ilmiah. Minyak herbal ini diketahui efektif meringankan nyeri serta pembengkakan sendi akibat penyakit autoimun rematik, terutama bila dikombinasikan dengan minyak ikan.
Hasil studi melukiskan bahwa penerapan Diet Mediterania yang kaya minyak zaitun sanggup menekan risiko diabetes tipe 2 hingga melebihi 40 persen melalui perbaikan sensitivitas insulin. Di samping itu, kandungan asam oleat dalam minyak zaitun diperkirakan para ilmuwan dari University of East Anglia mampu mencegah hampir separuh kasus peradangan usus kronis atau ulcerative colitis.