Minum Susu Sapi Bisa Menambah Tinggi Badan Anak tetapi Bukan Dewasa

Share

Kebiasaan minum susu selalu dikaitkan dengan pertumbuhan fisik yang optimal sejak masa kanak-kanak. Papan reklame pun kerap menampilkan atlet populer yang mengampanyekan susu sebagai kunci kekuatan tulang dan pembentukan otot.

Dikutip dari Detik Health, kebiasaan mengonsumsi susu sapi murni memang diakui secara medis sebagai sumber nutrisi yang sangat baik untuk menunjang masa pertumbuhan fisik.

Dalam satu gelas susu sapi murni, terdapat kalsium sekitar 293 miligram yang berfungsi menjaga kepadatan serta kesehatan tulang.

Minuman ini juga memiliki sekitar 8 gram protein yang berkontribusi langsung pada pertumbuhan dan perbaikan otot, serta kaya kandungan zink, vitamin A, dan vitamin D.

Para ahli gizi menjelaskan bahwa anggapan susu dapat menambah tinggi badan memiliki batasan usia yang sangat krusial. Bukti ilmiah menunjukkan minum susu dapat membantu meningkatkan kadar Insulin-like Growth Factor 1 (IGF-1), yaitu hormon pertumbuhan yang ikut menentukan tinggi tubuh seseorang.

"Minum susu sebanyak apa pun ketika sudah dewasa tidak akan bisa menambah tinggi badan karena lempeng pertumbuhan pada tulang biasanya sudah menutup," kata Kim Yawitz, R.D., seorang ahli gizi di St. Louis.

Konsumsi susu pada masa remaja secara teori membantu seseorang mencapai potensi tinggi badan maksimal yang diturunkan secara genetik.

Penelitian medis mengenai korelasi antara konsumsi produk susu dengan tinggi badan manusia sejauh ini masih menunjukkan hasil yang bervariasi.

Studi Longitudinal 2018 yang mengamati partisipan sejak lahir hingga usia 17 tahun menemukan adanya sedikit penambahan tinggi badan sekitar 0,39 sentimeter untuk setiap tambahan konsumsi 8 ons susu per hari.

Namun, populasi studi tersebut mayoritas berasal dari keluarga berpedidikan dan berpenghasilan menengah.

Sementara itu, Tinjauan Sistematis 2019 menunjukkan bahwa menambahkan produk olahan susu ke dalam menu makanan harian hanya berkontribusi pada peningkatan kandungan mineral tulang anak, tanpa memperlihatkan korelasi langsung terhadap penambahan tinggi badan.

Di sisi lain, Studi Jurnal Nature 2020 menyimpulkan bahwa konsumsi susu berkolerasi dengan perbaikan indikator berat badan dan tinggi badan anak sesuai umur (height-for-age) serta mampu menekan risiko stunting.

Meski begitu, efek ini sangat dipengaruhi oleh tingkat pendapatan keluarga dan lokasi geografis tempat tinggal.

Ahli gizi Kelly Jones, M.S., R.D., menambahkan bahwa hasil positif pada tinggi badan anak-anak bisa jadi dipengaruhi oleh kualitas keseluruhan pola makan mereka yang sudah baik.

Anak-anak yang rutin minum susu juga cenderung mengurangi konsumsi minuman manis yang diketahui dapat merusak kesehatan tulang.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author