Militer Israel Tewaskan Tokoh Senior Hizbullah Ali Mussa Daqduq di Beirut
Militer Israel meluncurkan serangan rudal ke sejumlah benteng Hizbullah di Beirut, Lebanon, yang menewaskan salah satu tokoh senior kelompok tersebut, Ali Mussa Daqduq, pada Jumat (12/6), seperti dilansir dari Detikcom.
Gempuran terbaru di wilayah Beirut selatan ini menyasar lingkungan Dahiyeh dan Ghoebeiry sebagai balasan atas tembakan Hizbullah ke wilayah Israel pada pagi harinya. Aksi berbalas serangan tersebut terjadi di tengah kesepakatan gencatan senjata yang masih berlangsung antara kedua belah pihak.
Badan Pertahanan Sipil Lebanon melaporkan telah menemukan tiga jenazah di daerah Ghoebeiry akibat serangan ini. Selain itu, Kantor Berita Nasional menyatakan terdapat 15 orang korban luka serta kerusakan signifikan pada bangunan dan toko-toko di sekitarnya.
Pihak militer Israel mengonfirmasi bahwa Daqduq merupakan sosok yang bertanggung jawab atas perencanaan operasi melawan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan memiliki rekam jejak keterlibatan dalam aksi melawan tentara Amerika Serikat di Irak.
"Selama beberapa tahun terakhir, Daqduq memegang sebagian besar perencanaan operasional Hizbullah melawan tentara IDF di sepanjang perbatasan Lebanon," kata militer Israel.
Berdasarkan catatan rekam jejaknya, Daqduq sempat ditahan oleh pasukan Amerika Serikat sebelum akhirnya diserahkan ke pemerintah Irak dan dibebaskan pada tahun 2012 karena kurangnya bukti.
"Pada tahun 2007, ia dipenjara oleh pasukan AS setelah mengatur penculikan dan pembunuhan lima tentara Amerika di Irak," tambah militer Israel.
Sebelum tewas dalam serangan di selatan Sungai Litani, Departemen Keuangan AS telah menjatuhkan sanksi kepadanya. Militer Israel mencatat Daqduq memegang posisi penting termasuk mantan komandan unit keamanan Hassan Nasrallah dan kepala unit infanteri Hizbullah.