Militer AS Tembak Rudal ke Kapal Tanker Menuju Pelabuhan Iran
Pasukan Amerika Serikat menembakkan rudal ke arah kapal tanker yang berupaya berlayar menuju pelabuhan Iran karena dinilai melanggar aturan blokade. Tindakan tegas tersebut dilakukan oleh militer Amerika Serikat pada Rabu, 3 Juni 2026, guna menegakkan pemblokiran kawasan perairan yang telah berlaku sejak 13 April.
Seperti dilansir dari Detikcom melalui laporan AFP, terdapat enam kapal yang dihentikan paksa oleh pihak Amerika Serikat akibat mencoba menerobos blokade tersebut. Salah satu kapal yang menjadi sasaran adalah M/T Lexie, sebuah kapal tanker minyak tanpa muatan yang mengibarkan bendera Botswana.
Kapal M/T Lexie dilaporkan terus mengabaikan peringatan yang diberikan secara berulang kali selama 24 jam penuh. Blokade terhadap pelabuhan Iran ini diterapkan oleh Amerika Serikat setelah proses pembicaraan damai yang berlangsung di Pakistan berakhir buntu pada bulan April.
Pihak militer Amerika Serikat menyatakan bahwa tindakan pelumpuhan terpaksa diambil setelah prosedur peringatan tidak dihiraukan oleh kru kapal. Serangan udara diluncurkan ke bagian vital kapal guna menghentikan laju pelayaran menuju wilayah Iran tersebut.
"mengabaikan peringatan berulang kali" kata Komando Pusat militer AS (CENTCOM).
Pernyataan dari komando militer tersebut menegaskan adanya penolakan kepatuhan dari pihak kapal sebelum tindakan destruktif dilepaskan. Penembakan menggunakan senjata taktis udara dilakukan langsung ke titik kendali utama kapal.
"akhirnya melumpuhkan kapal tersebut dengan menembakkan rudal Hellfire ke ruang mesin kapal," kata Komando Pusat militer AS (CENTCOM).
Hingga saat ini, laporan mengenai ada tidaknya korban jiwa atau cedera dari awak kapal akibat hantaman rudal Hellfire tersebut belum diketahui pasti. Insiden ini menambah panjang daftar ketegangan bersenjata yang terjadi di wilayah perairan tersebut sepanjang beberapa bulan terakhir.
Sebelumnya pada Jumat, 29 Mei 2026, militer Amerika Serikat juga melumpuhkan kapal kargo berbendera Gambia yang mencoba melanggar aturan blokade. Pada 8 Mei, pasukan Amerika Serikat menembak cerobong asap dua kapal tanker berbendera Iran, setelah sebuah pesawat tempur melumpuhkan kapal berbendera Iran lainnya pada 6 Mei.
Aksi serupa terjadi pada 19 April ketika kapal berbendera Iran mengabaikan beberapa peringatan dari kapal perang Amerika Serikat. Sebelum dihantam rudal, awak kapal tersebut telah diperintahkan untuk mengevakuasi ruang mesin terlebih dahulu.
Rangkaian blokade ketat dari Amerika Serikat ini merupakan respons terhadap tindakan pasukan Iran yang secara efektif menutup jalur vital Selat Hormuz. Penutupan jalur utama pengiriman minyak dan gas oleh Iran tersebut sebelumnya dipicu oleh serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel.